Saturday, November 16, 2013

Teori Biaya Transaksi (Transaction Cost Theory)

Teori biaya transaksi atau transaction cost theory menurut penjelasan Oliver E. Williamson (1975, 1985, dalam Donaldson, 1995), yang konsern/peduli pada biaya transaksi, menyimpulkan bahwa transaksi adalah pertukaran barang atau jasa antara orang dalam berbagai batasan.
Pada proses pertukaran sumber-sumber menurut pendapat penganut teori biaya transaksi ternyata terdapat sejumlah faktor penting penciptaan dan pengembangan struktur organisasi, yaitu biaya-biaya keseluruhan dari sebuah rantai perekonomian (Scott, 1983, dalam Donaldson, 1995).
Williamson memandang berbeda terhadap dua pandangan pengembangan struktur yaitu pasar dan organisasi. Pada pasar, pertukaran terjadi lewat negosiasi kontrak dimana semua bagian diasumsikan bergerak untuk kepentingan pribadi. Dalam pandangan pengetahuan murni, pertukaran/transaksi merupakan kebutuhan semua bagian, dan harga didasarkan atas kepentingan individual serta tangan tak kelihatan (invisible hand) pada perekonomian bebas (sebagian besar adalah penjual dan pembeli) sehingga pengendalian biaya dibutuhkan oleh pasar bebas (pure market).
Dengan pemahaman tersebut di atas kemudian akan memberi penjelasan baru kepada kita tentang organisasi dalam perspektif biaya transaksi. Penjelasan pada pendekatan yang dibuat teori biaya transaksi memungkinkan kita membuka perspektif baru pula dengan lebih mendalam bagi penjelasan sejarah bisnis sebuah perusahaan (yang mungkin tidak dikenal) yang entah muncul dari mana, dan dalam waktu beberapa tahun telah mengambil kepemimpinan dengan mantap, kelihatannya tanpa usaha yang susah payah.
Penjelasan yang selalu diberikan untuk hal ini adalah strategi yang unggul, teknologi yang unggul, atau struktur yang ramping. Tetapi ternyata ada fakta baru yang menjelaskan setiap kasus perusahaan pendatang baru yang selalu menikmati keunggulan biaya, biasanya 30 persen (Drucker, 1995). Alasannya berada pada penjelasan teori ini yaitu setiap perusahaan baru pasti mengetahui dan mengelola biaya dari keseluruhan rantai ekonomi pada pasar bebas bukan hanya biaya-biaya pada perusahaannya sendiri.
Teori Biaya Transaksi
Biaya Transaksi
Dengan demikian asumsi tersebut memungkinkan pekerjaan (pada organisasi) dilakukan lewat kontrak-kontrak yang dibuat guna mengendalikan biaya-biaya dalam transaksi. Klaim pada kontrak menyatakan bahwa melalui kontrak segala sesuatu yang bernilai di masa yang akan datang dapat diestimasi. Pada situasi ini organisasi dapat memandang dengan lebih baik alternatif untuk memediasi transaksi di pasar bebas.
Pada pertukaran yang penuh dengan ketidakpastian (uncertaintly) dapat diredusir jika dilakukan pada sekelompok orang yang terorganisir dalam acuan yang rasional dan mekanisme organisasi yang mencegah sifat oportunistis. Organisasi menolong kita untuk melokalisir persoalan, menyederhanakan pilihan-pilihan, menciptakan jaringan informasi dan mencari alternatif-alternatif, menolong individu-individu menanggulangi keterbatasan pengetahuan untuk menentukan harga dan mengurangi ketidakpastian serta membuat keputusan pada pasar dan organisasi.
Williamson mengintrodusir acuan kegagalan pasar untuk menjelaskan mengapa sejumlah situasi memungkinkan pertukaran dalam organisasi terjadi secara lebih baik dibanding membiarkannya terjadi lewat pasar. Pada situasi ini (organisasi) dapat dilakukan dengan lebih baik karena terdapat kesempatan untuk menghalangi/mencegah dan memberikan kemungkinan yang lebih baik karena adanya monitor dan survei serta sistem insentif dalam mengurangi sifat oportunis.
Teori biaya transaksi memberikan kerangka acuan sebagai penjelasan umum terhadap titik pijak/organisasi sebagai mekanisme guna mendukung keputusan pada kondisi ketidakpastian dan mencegah sifat opportunistis terhadap pertukaran. Merupakan fokus utama penciptaan efisiensi dan dilakukan hampir pada semua pendekatan ekonomi (Scott, 1993, dalam Donaldson, 1995). Jadi sesuai namanya yang menjadi fokus utama dari teori transaksi adalah biaya-biaya transaksi di pasar. Teori ini menjelaskan bahwa organisasi adalah konsekwensi dari kegagalan pasar (market failure) dalam perusahaan besar (Williamson, 1975, 1985, Arrow, 1985, Williamson dan Ouchi, 1981, dalam Doz dan Prahalad, 1991).
Fokus sekunder dari teori transaksi adalah biaya-biaya transaksi pada hirarki, pengendalian dan pemenuhan (compliance) biaya pada organisasi (Fama and Jensen, 1983; Jensen and Mackling, 1976, Doz dan Prhaland, 1991). Selain penjelasan bagi persoalan kegagalan pasar yang telah disebutkan diatas, teori ini juga menjelaskan bahwa pertumbuhan sebuah badan hukum besar dengan hirarki manajemennya yang menyebabkan manajer tingkat atas kehilangan kontrol terhadap personal level bawah dan menengah yang berdampak pada kemungkinan personal menengah mengikuti kepentingan pribadi mereka dengan menciptakan semacam ‘empire building’ dan memanfaatkan sumber-sumber organisasi untuk kepentingan pribadi mereka (Williamson, 1970, 1985, dalam Donaldson, 1995).
Penganut teori ini juga menyatakan bahwa analisa biaya transaksional memberi titik pijakan yang kuat bagi analisis pilihan antara bentuk institusional yang bisa digunakan dalam menetapkan batasan efisiensi pada perusahaan multinasional (MNC) (Burkley dan Cason 1986, Duning, 1980, Henard 1982, Teece, 1985, dalam Doz dan Prahalad, 1991). Solusi dari teori ini adalah solusi terstruktur untuk memulihkan kontrol di tingkat midle manajemen dengan kontribusi yang lebih bertanggungjawab terhadap perusahaan melalui temuan the M-form Coorporation, sebuah struktur multi-divisi dengan perkalian pusat keuntungan yang dibawahi seorang kepala kantor badan hukum yang waspada atau hati-hati yang membuat pelaksanaan manajerial terlihat memiliki disiplin organisasi (Williamson, 1970, 1985, dalam Donaldson, 1995). Kegunaan analisa transaksi untuk riset terhadap proses manajemen dibatasi oleh penyederhanaan asumsi yang inheren di dalamnya adalah tingkatan hirarki, dan fokus utamanya adalah transaksi secara menyeluruh sebagai sebagai unit analisis.
Teori Transactional Cost juga memiliki kegunaan untuk menganalisa tipe spesifik hubungan inter organisasional dalam konteks negara Amerika Utara seperti hubungan antara perusahaan Amerika Serikat dengan pemasok mereka, integrasi vertikal bounded rationality diartikan sebagai konsep kapasitas manusia yang terbatas saat memformulasikan dan memecahkan masalah.

sumber :  http://perilakuorganisasi.com/theori-biaya-transaksi-transaction-cost-theory.html

0 comments:

Post a Comment