This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, August 6, 2012

Hati-hati menggunakan kalkulator

sang guru memberi pertanyaan pada murid-muridnya seperti berikut: 3×3+3×0=?, oleh anak tetangga tersebut diisi “9″ dan sang gurupun ngeyel kalau jawaban yang benar adalah “0″ karena dia melakukan penjumlahan pakai Calculator biasa

Saya coba menggunakan kalkulator netbook yang mengunakan OS Windows ternyata hasilnya adalah "0", penasaran saya pun beralih kepada netbook dengan menggunakan OS Linux ternyata hasilnya adalah "9". Tidak cukup sampai di sana saya pun mencoba menggunakan smartphone Blackberry ternyata hasilnya adalah "0" tapi saat saya menggunakan Android hasilnya adalah "9".

 Jadi sebenarnya mana yang benar yach ...?


Sunday, August 5, 2012

KASUS ETIKA BISNIS PERUSAHAAN

Kasus manipulasi laporan keuangan

Manipulasi laporan keuangan PT KAI
Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.

Skandal Enron, Worldcom dan perusahaan-perusahaan besar di AS
Worldcom terlibat rekayasa laporan keuangan milyaran dollar AS. Dalam pembukuannya Worldcom mengumumkan laba sebesar USD 3,8 milyar antara Januari 2001 dan Maret 2002. Hal itu bisa terjadi karena rekayasa akuntansi.

Penipuan ini telah menenggelamkan kepercayaan investor terhadap korporasi AS dan menyebabkan harga saham dunia menurun serentak di akhir Juni 2002. Dalam perkembangannya, Scott Sullifan (CFO) dituduh telah melakukan tindakan kriminal di bidang keuangan dengan kemungkinan hukuman 10 tahun penjara. Pada saat itu, para investor memilih untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya di bursa saham.

Kasus Product Recall
Kasus Tylenol Johnson & Johnson

Kasus penarikan Tylenol oleh Johnson & Johnson dapat dilihat sebagai bagian dari etika perusahaan yang menjunjung tinggi keselamatan konsumen di atas segalanga, termasuk keuntungan perusahaan. Johnson & Johnson segera mengambil tindakan intuk mengatasi masalahnya. Dengan bertindak cepat dan melindungi kepentingan konsumennya, berarti perusahaan telah menjaga trust- nya.

Kasus obat anti nyamuk Hit
Pada kasus Hit, meskipun perusahaan telah meminta maaf dan berjanji untuk menarik produknya, ada kesan permintaan maaf itu klise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker tersebut terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran.

Kasus Baterai laptop Dell
Dell akhirnya memutuskan untuk menarik dan mengganti baterai laptop yang bermasalah dengan biaya USD 4,1 juta. Adanya video clip yang menggambarkan bagaimana sebuah note book Dell meledak yang telah beredar di internet membuat perusahaan harus bergerak cepat mengatasi masalah tersebut.

Dari ketiga kasus di atas, Hit merupakan contoh yang kurang baik dalam menangani masalahnya. Paradigma yang benar yaitu seharusnya perusahaan memperhatikan adanya hubungan sinergi antara etika dan laba. Di era kompetisi yang ketat ini, reputasi baik merupakan sebuah competitive advantage yang harus dipertahankan. Dalam jangka panjang, apabila perusahaan meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan maka akan berbuah keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.

Dugaan penggelapan pajak
IM3 diduga melakukan penggelapan pajak dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, dapat direstitusi atau ditarik kembali. Karena itu, IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar.

750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi.

Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan (bribery) dalam kasus tersebut.

Pihak pemerintah dan DPR perlu segera membentuk tim auditor independen yang kompeten dan kredibel untuk melakukan audit investigatif atau audit forensik untuk membedah laporan keuangan dari 750 PMA yang tidak membayar pajak. Korporasi multinasional yang secara sengaja terbukti tidak memenuhi kewajiban ekonomi, hukum, dan sosialnya bisa dicabut izin operasinya dan dilarang beroperasi di negara berkembang.

Etika terhadap komunitas masyarakat
Tindakan Kejahatan Korporasi PT. Lapindo Brantas (Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Sidoarjo, Jawa Timur)

Telah satu bulan lebih sejak terjadinya kebocoran gas di areal eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dari rekahan tanah, membumbung tinggi sekitar 10 meter.

Semburan gas tersebut disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga. tak kurang 10 pabrik harus tutup, 90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi, demikian juga dengan tambak-tambak bandeng, belum lagi jalan tol Surabaya-Gempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas.

Perusahaan terkesan lebih mengutamakan penyelamatan asset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan social yang ditimbulkan. Namun Lapindo Brantas akhirnya sepakat untuk membayarkan tuntutan ganti rugi kepada warga korban banjir Lumpur Porong, Sidoarjo. Lapindo akan membayar Rp2,5 juta per meter persegi untuk tanah pekarangan beserta bangunan rumah, dan Rp120.000 per meter persegi untuk sawah yang terendam lumpur.


Etika terhadap buruh dan pekerja BenQ, Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global
Merjer bisnis telepon genggam perusahaan BenQ dan Siemens menjadi BenQ-Mobile awalnya bagai angin harapan, terutama bagi para pekerja pabrik di Jerman. Namun karena penjualan tidak menunjang dan banyak produk yang dipulangkan oleh pembelinya karena bermasalah, akibatnya dua pabrik BenQ, di Meksiko dan Taiwan, terpaksa ditutup. Karena itu BenQ melakukan restrukturisasi dan mem-PHK sejumlah pekerja.Hal ini sangat merugikan pihak buruh dan karyawan. Para pekerja merasa hanya dijadikan bahan mainan perusahaan yang tidak serius


Apple Ancam Peredaran Ponsel Android
Sebuah putusan dari pengadilan Amerika Serikat (AS) diperkirakan menguntungkan Apple. Putusan kontroversial itu bisa berdampak munculnya larangan semua telepon seluler (ponsel) dan tablet berbasis Android di AS.

Sebelumnya, Apple telah memenangkan putusan awal dari sebuah panel perdagangan AS bahwa ponsel HTC Taiwan telah melanggar dua paten Apple.

HTC menggunakan sistem operasi Google Android untuk ponsel pintarnya dan kasus itu sedang diawasi ketat pasar perangkat mobile.

Keputusan awal pengadilan itu sudah menciptakan desas desus diantara pembuat ponsel karena keputusan itu menyampaikan pesan kepada pembuat ponsel pintar lainnya yang berbasis Android.

Kemenangan Apple itu bisa menjadi gertakan kepada pembuat ponsel Android lainnya atau mengajukan permintaan larangan impor HTC ke AS, sebagaimana yang dilaporkan The Guardian.

Paten itu berhubungan dengan pengolahan data dan aksi cover seperti perangkat mengenali nomor telepon dan memintanya untuk menelpon. .

sumber : http://insidewinme.blogspot.com/2007/12/kasus-etika-bisnis-perusahaan.html
http://absa.blog.binusian.org/2009/12/30/kasus-etika-bisnis-perusahaan/

Resume Managerial Economic Buku 2



Managerial Economic Buku 2

(EDISI KELIMA BAHASA INDONESIA)
DOMINICK SALVATORE

BAB 9
OLIGOPOLI DAN ARSITEKTUR PERUSAHAAN

  • Arti : Suatu bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yang homogen (oligopoly murni) atau produk yang terdiferensial (oligopoly terdiferesial) jumlahnya sedikit.
  • Bentuk organisasi pasar oligopoly paling banyak terjadi di Negara industri seperti Amerika Serikat. Contohnya untuk produk homogen adalah aluminium dasar dan baja, untuk produk terdiferensial contohnya mobil, sereal, rokok dan sabun.
  • Oligopolis biasanya memilih untuk bersaing dalam hal diferensial produk, iklan dan pemberian layanan (sering disebut nonprice competition).
  • Ciri istimewa Oligopoli adalah saling ketergantungan atau persaingan antara berbagai perusahaan dalam industri yang merupakan akibat alamiah karena sedikitnya jumlah perusahaan.
Sumber terjadinya oligopoli umumnya sama dengan sumber terjadinya monopoli, yaitu :
  1. Skala ekonomi yang bisa dicapai jika jumlah outputnya cukup besar.
  2. Kebutuhan Investasi modal yang besar dan input yang terspesialisasi untuk dapat masuk ke industri yang oligopolistik.
  3. Adanya hak paten pada perusahaan
  4. Brands pada perusahaan dengan pelanggan setianya
  5. Kebijakan pemerintah yang memberikan hak monopoli bagi perusahaan tertentu.
Methode untuk mengukur tingkat konsentrasi dalam sebuah industri :
  • Rasio Konsentrasi : adalah rasio yang mengukur tingkat dominasi beberapa perusahaan besar dalam suatu industri dengan cara mengukur persentase total penjualan yang dilakukan beberapa perusahaan terbesar terhadap total penjualan dalam industri.
  • Indeks Herfindahl, dihitung dengan menjumlahkan nilai kuadrat pangsa pasar semua perusahaan dalam pasar.
Model-model Oligopoli :
  1. Model Cournot, bermanfaat dalam oligopoli di antara perusahaan yang saling bergantung sangat erat.
  2. Model Bertrand, merupakan model perang harga yang terjadi dalam persaingan perusahaan dengan produk yang homogen.
  3. Model Kurva Permintaan Terpatah, merupakan konsep dimana bila seorang goligopolis yang tidak berkolusi menaikkan harga produk, dia akan kehilangan hampir seluruh pelanggannya karena perusahaan lain tidak ikut menaikkan harga.
  4. Kesepakatan Kartel. Adalah kolusi yang terjadi antara perusahaan yang bersifat jelas dan eksplisit dimana ada dua jenis kartel yaitu Market-sharing Cartel dan Centralized Cartel
  5. Kepemimpinan Harga. Adalah kolusi yang terjadi antara perusahaan yang bersifat tidak jelas dan implisit.
Implikasi Efisiensi Oligopoli

Akibat buruk oligopoli dalam jangka panjang :
  1. Laba dalam pasar tetap ada dalam jangka panjang karena adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk kedalam pasar.
  2. Oligopolis tidak berproduksi pada titik terendah kurva LACnya.
  3. Kurva permintaan memiliki kemiringan yang negatif
  4. Jika memproduksi barang terdiferensial dapat berakibat banyaknya uang yang dihabiskan untuk iklan dan perubahan model.

Model Maksimasi Penjualan

Adalah rumusan dimana manajer perusahaan modern berusaha memaksimumkan penjualan setelah tingkat pengembalian yang cukup telah diperoleh untuk memuaskan para pemegang saham.

Perkembangan oligopolis global

Kecenderungannya semakin cepat karena perusahaan yang bertambah besar akibat pertumbuhna internal dan terjadinya merger.

Arsitektur Perusahaan Yang Ideal

  • Perusahaan ideal berkonsentrasi pada kompetensi intinya dan mensubkontrakkan seluruh aktivitas lainnya.
  • Perusahaan ideal adalah perusahaan pembelajar.
  • Perusahaan yang ideal akan mengoperasikan pabrik atau perusahaan dengan benar-benar efisien.
  • Perusahaan ideal mengkombinasikan fisik dan maya dengan biaya kelim.
  • Perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang bisa dengan segera bereaksi.

Perusahaan Maya dan Perusahaan Yang Saling Terkait

  • Virtual Corporation, merupakan jaringan kerja temporer perusahaan-perusahaan yang tidak tergantung satu sama lain, bergabung bersama dengan kontribusi kemampuan intinya masing-masing untuk secara cepat mengambil keuntungan atas berbagai kesempatan yang berubah dengan cepat.
  • Relationship enterprises, adalah jaringan perusahaan yang independen yang membentuk aliansi strategis untuk membangun kapabilitas dan bisa hadir secara geografis yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin global di bidangnya.

BAB 10
TEORI PERMAINAN DAN PERILAKU STRATEGIS

Strategic behavior, adalah maksimalisasi strategi rencana kerja setelah mempertimbangkan semua reaksi yang mungkin dilakukan oleh para pesaing dalam rangka memperoleh laba dan keuntungan lainnya.
Game theory, memperlihatkan bagaimana perusahaan oligopolistik membuat keputusan strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif atas pesaingnya.

Strategi Dominan dan Keseimbangan Nash

Strategi dominan adalah pilihan terbaik atau optimum untuk pemain tanpa mempersoalkan apa yang dilakukan lawannya.
Keseimbangan Nash terjadi ketika setiap pemain telah memilih strategi optimumnya, strategi tersebut ternyata telah dipilih oleh pemain lain.

Dilema Tahanan
Mengacu pada situasi dimana setiap perusahaan menerapkan strategi dominannya sendiri, tetapi tidak bisa mendapatkan yang lebih baik dengan bekerja sama.

Persaingan Harga dan Non Harga, Kecurangan Dalam Kartel dan Dilema Tahanan
Persaingan Harga dan Dilema Tahanan
Konsep yang digunakan untuk menganalisis persaingan harga dan non harga dalam pasar oligopolistik dengan mempertimbangkan faktor curang.

Persaingan Non Harga, Kecurangan Dalam Kartel dan Dilema Tahanan
Semakin besar jumlah anggota kartel dan semakin banyak produk yangberbeda, semakin sulit bagi kartel untuk melakukan pengawasan dan mencegah terjadinya kecurangan.

Permainan Yang Berulang-Ulang dan Strategi TIT-FOR-TAT
  • Repeated Games : Permainan yang melibatkan banyak gerakan dan juga gerakan berbalasan dari setiap pemain.
  • Perilaku TIT-FOR-TAT : Lakukan apa yang dilakukan lawan anda. Perilaku ini ditemukan secara konsisten sebagai strategi yang terbaik bagi setiap pemain sejalan dengan berlalunya waktu.

Langkah Strategis
1. Ancaman, Komitmen dan Kredibilitas
2. Hambatan Masuk yang bisa dikaji dengan matrik ganjaran.
3. Perilaku strategis dan Daya Saing Internasional

Seperti juga perusahaan, negara juga bisa berperilaku strategis dengnmemeberikan proteksi atau memberikan subsidi bagi indusri tekniologi tinggi untuk memeperoleh keungguln kompetitif atas negara lain.

Permainan Berurutan dan Pohon Keputusan

Decision Tree adalah digram dengan lingkaran menggambarkan titik dimana keputusan dibuat dan cabang menunjukkan hasil setiap keputusan dalam permainan berurutan.


BAB 11
PRAKTIK PENENTUAN HARGA

Penentuan Harga Untuk Beberapa Jenis Produk
Penentuan Harga Berbagai Jenis Produk Yang Memiliki Keterkaitn Permintaan
Deman Interrelationship mempengaruhi keputusan penentuan harga yang dilakukan oleh perusahaan penghasil beberapa jenis produk, melalui dampaknya terhadap pendapatan marginal.

Pemanfaatan Kapasitas Pabrik dan Penentuan Harga Produk Yang Optimum
Alasan penting bagi perusahaan unuk menghasilkan lebih dari satu jenis produk adalah agar bisa lebih memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya.

Diskriminasi Harga
Price Discrimination mengacu pada penentuan harga yang berbeda beda untuk kualitas produk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, kepada kelompok yang berbeda, atau dalam pasar yang berbeda, ketika perbedaaan harga ini tidak disebabkan oleh perbedaan biaya.

Kondisi yang harus dipenuhi agar dapat melakukan diskriminasi harga :
  1. Memiliki kekuatan monopoli,
  2. Elastisitas permintaan terhadap harga produk harus berbeda di masing-masing pasar.
  3. Pasar bagi produk tersebut bisa disegmentasi.

Jenis Diskriminasi Harga :
  1. Diskriminasi Harga Tingkat Pertama, mengacu pada penjualan tiap unit secara terpisah dan pengenaan harga tertinggi yang paling mungkin.
  2. Diskriminasi Harga Tingkat Kedua, mengacu pada pengenaan harga yang sama per unit untuk jumlah atau sekumpulan tertentu produk.
  3. Diskriminasi Harga Tingkat Ketiga, mengacu pada pengenaan harga yang berbeda untk produk yang sama dalam pasar yang berbeda hingga pendapatan marginal dari unit terakhir produk yang dijual dalam masingmasing pasar sama dengan biaya marginal dari produk itu.

Persisten Dumping, Monopilis menjual komoditas dengan harga lebih mahal di dalam negeri dibanding di luar negeri pada saat menghadapi persaingan dari negaa lain dna kurva permintaan produk yang dihasilkannya lebih elastis.

Predatory Dumping, Penjualan sementara sebuah komoditas di bawah biaya produksinya atau pada tingkat harga yang lebih rendah di luar negeri untuk dapat menyingkirkan produsen luar negeri dari persaingan dilanjutkan dengan menaikkna harga di luar negeri.

Sporadic Dumping, penjualan sekali-kali sebuah produk dibawah biaya produksinya atau tingkat harga yang lebih rendah diluar negeri daripada domestik untuk menghaiskan overstock tanpa harus menurunkan harga domestik.

Penentuan Harga Transfer

Mengacu pada penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah divisi semiotonom perusahaan kepada divisi semiotonom lain dalam perusahaan tersebut.

Jika tidak terdapat permintaan eksternal untuk produk antara, divisi produksi bisa menjual barang antara tersebut hanya secara internal kepada divisi pemasaran perusahaan dan divisi ini bisa membeli barang antara itu hanya dari divisi produksi perusahaan.

Penentuan Harga Biaya Plus adalah

P-C
m = -------- ,
C
Dimana
m = mark up cost
P = harga produk
C = biaya rata-rata teralokasi penuh untuk produk tersebut.

Incremental Analysis, bisa diperoeh jika seluruh perubahan langsung dan tidak langsung dalam penerimaan dan biaya akibat sebuah tindakan terntentu, turut diperhitungkan.

Peak load pricing mengacu pada pembebanan harga yang lebih tinggi untuk barang atau jasa selama jam beban tinggi dibanding di luar jam beban tinggi.

Two part tariff mengacu pada praktik penentuan harga ketika konsumen membayar biaya awal untuk mendapatkan hak membeli sebuah produk atau jasa, selain juga biaya penggunaan atau harga untuk setiap unit yang mereka beli.

Bundling adalah sebuah bentuk umum dari pengikatan, dimana perusahaan mengharuskan pelanggan yang membeli/menyewa produk/jasa juga untuk membeli/menyewa produk/jasa lainnya tetapi perusahaan tidak bisa melakukan diskriminasi harga.

Prestige Pricing mengacu pada penentuan harga yang tinggi dengan sengaja untuk menarik konsumen yang berorientasi kepada gengsi.

Skimming mengacu kepada penentuan harga yang tinggi ketika sebuah produk diluncurkan dan secara bertahap harganya diturunkan.

Value Pricing mengacu pada penjualan barang-barang berkualitas pada tingkat harga yang lebih rendah dari sebelumnya.

Price matching adalah strategi penentuan harga dari perusahaan yang mengiklankan harga produk/jasa dan berjanji mengimbangi harga yang lebih rendah yang ditawarkan pesaingnya.

Auction Pricing adalah strategi penentuan harga dimana para pembeli dan para penjual melakukan penawaran untuk barang yang akan dijual.

BAB 12
REGULASI DAN ANTITRUST : PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN

Regulasi Pemerintah untuk mendukung kalangan bisnis serta melindungi konsumen, pekerja dan lingkungan.

Regulasi adalah hasil dari tindakan kelompok penekan serta menghasilkan hukum dan kebijakan yang mendukung kalangan bisnis serta melindungi konsumen, pekerja dan lingkungan.

Regulasi Pemerintah yang Membatasi Persaingan, meliputi pemberian lisensi, paten, pembatasan pada persaingan harga dan pembatasan aliran perdagangan internasional yang bebas.

Regulasi Pemerintah untuk Melindungi Konsumen, Pekerja dan Lingkungan.
  1. Pemberian informasi yang benar dan melarang misrepresentasi terhadap produk.
  2. Hukum kebenaran pinjaman, yang mengharuskan pemberi pinjaman untuk memberikan perjanjian yang lengkap dan akurat serta dalam bahasa yang mudah dimengerti.
  3. Standar keselamatan untuk gas dan bahan kimia berbahaya, tingkat kebisingan dan faktor bahaya lainnya.
  4. Penerapan upah minimum
  5. Regulasi polusi udara dan air.

Eksternalitas, produksi dan konsumsi beberapa produk bisa menimbulkan efek samping yang merugikan atau menguntungkan yang disebabkan oleh perusahaan atau orang yang tidak secara langsung terlibat dalam produksi atau komsumsi produk tersebut.

External Diseconomies of Production adalah biaya yang belum terkompensasi yang menimpa beberapa perusahaan akibat perluasan output oleh perusahaan lain.

External Economies of Production adalah manfaat yang belum terkompensasi yang diterima sebagian perusahaan karena meningkatnya output perusahaan lain.

External Diseconomies of Consumption adalah biaya yang belum terkompensasi yang menimpa sebagian individu akibat pengeluaran konsumsi individu lain.

External Economies of Consumption adalah manfaat yang belum terkompensasi yang dinikmati oleh sebagian individu akbibat meningkatnya konsumsi individu lain atas suatu produk.

Regulasi Fasilitas Umum

Natural Monopoly terjadi pada perusahaan yang memasok keseluruhan pasar secara efisien dimana kurva biaya rata-rata jangka panjang bisa turun sejalan dengan bertambahnya output. Contohnya Public Utilities.

Antitrust : Regulasi Pemerintah Atas Struktur Pasar dan Perilaku Bisnis.

Undang-Undang Antitrust yang paling Penting :
  1. Sherman Act (1890), lihat pasal 1 dan 2.
  2. Clayton Act (1914), lihat pasal 2, 3, 7 dan 8 (Diskriminasi harga, kontrak eksklusif dan mengikat, pembelian saham antarperusahaan bersifat melanggar hukum hanya jika hal-hal tersebut secara nyata mengurangi persaingan atau cenderung menciptakan monopoli.)
  3. Federal Trade Commision Act (1914), bentuk persaingan yang tidak sehat adalah melanggar hukum.
  4. Robinson-Patman Act (1936), amademen Clayton Act. Melarang penjualan yang lebih murah untuk tujuan merusak persaingan.
  5. Wheeler-Lea Act (1938), amandemen Federal Trade Commision Act. Melarang penayangan iklan yang salah dan menyesatkan atas suatu produk yang diperdagangkan antar negara bagian.
  6. Celler-Kefauer Antimerger Act (1950), menutupi kelemahan Pasal 7 Clayton Act. Melaran pembelian saham, aset perusahaan saingan, jika pembelian tersebut secara nyata mengurangi persaingan atau cenderung menciptakan monopoli. Melarang setiap jenis merger horizontal dan vertikal, konglomerasi, jika dampaknya secara nyata mengurangi persaingan atau cenderung menciptakan monopoli.
Penegakan Hukum Antitrust dan Gerakan Deregulasi

Pelanggaran/Dugaan Pelanggaran Antitrust diatasi dengan cara:
1. Pembubaran dan pelepasan
2. Keputusan
3. Surat keputusan Perjanjian Dissolution and divestiture

Conscious parallelism, pelaksanaan kebijakan yang sejalan dan seiring oleh para oligopolis atas dasar saling ketergantungan yang disadari.
Predatori Pricing, perusahaan menggunakan laba perolehan dari satu pasar untuk menjual suatu produk dibawah biaya variabel rata-ratanya dalam pasar yang lain untuk menyingkirkan para pesaing atau mencegah masuknya perusahaan baru.

Gerakan Deregulasi

Tujuan Utama deregulasi adalah untuk meningkatkan persaingan dan efisiensi dalam industri, serta untuk menurunkan tingkat harga tanpa mengorbankan kualitas.

Regulasi Persaingan Internasional
1. Import Tariff
2. Import Quota
3. Voluntary Export Restraint-VER
4. uruguay Round


BAB 13
ANALISA RESIKO

Risiko dan Ketidakpastian Dalam Pengambilan Keputusan Manajerial

Keputusan manajerial dibuat dalam kondisi :
  1. Certaintly, mengacu pada situasi dimana hanya ada satu hasil yang mungkin terjadi untuk suatu keputusan dan hasil ini diketahui secara tepat.
  2. Risk, mengacu pada situasi dimana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas dari hasil tersebut diketahui atau bisa diestimasikan.
  3. Uncertainly, mengacu pada simulasi dimana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas kemunculan dari masing-masing hasil tersebut tidak diketahui atau ditafsirkan.
Konsep dalam menganalisis pengambilan keputusan manajerial yang melibatkan resiko :
  1. Strategi, mengacu pada satu pilihan tindakan yang bisa dimabil oleh pembuat keputusan untuk meraih tujuan.
  2. State of nature, mengacu pada kondisi masa depan yang tidak bisa dikendalikan oleh manajer yang akan memiliki dampak signifikan atas tingat kesuksesan atau kegagalan suatu strategi.
  3. Payoff Matrix, tabel yang memperlihatkan hasil-hasil yang mungkin terjadi dari setiap strategi berdasarkan setiap kondisi alamiah.

Mengukur Risiko Dengan Distribusi Probabilitas

Probabilitas suatu kejadian adalah peluang atau kemungkinan suatu kejadian akan muncul.
Distribusi Probabilitas diperoleh dengan menampilkan semua kemungkinan hasil atas suatu kejadian dan probabilitasnya masing-masing.
Expected Profit dari suatu investasi adalah rata-rata tertimbang dari semua tingkat laba yang mungkin dalam berbagai kondisi perekonomian, dimana probabilitas tingkat laba digunakan sebagai bobot.

Deviasi Standar σ, mengukur tingkat dispersi hasil-hasil yang mungkin dari nilai yang diperkirakan dan digunakan sebagai ukuran resiko absolut.
Koefisien variasi ν adalah ukuran risiko relatif yang dihitung dengan membagi deviasi standar dari distrivusi dengan nilai yang diperkirakan atau rata-ratanya.

Penghindaran resiko didasarkan pada prinsip kepuasan marginal yang semakin menurun atas uang yang dicerminkan oleh kurva kepuasan total dari uang yang berbentuk cekung atau melengkung kebawah.

Salah satu metode penyesuaian perusahaan untuk menangani proyek yang berisiko adalah menggunakan tingkat diskon yang telah disesuaikan terhadap resiko.

Koefisien kesepadanan-kepastian adalah rasio dari jumlah pasti kesepadanan terhadap jumlah berisiko yang diperkirakan atau pengembalian bersih dari investasi.

Kontrak forward adalah suatu kesepakatan untuk membeli atau menjual suatu valuta asing dalam jumlah tertentu pada kurs tertentu untuk dikirimkan pada suatu tanggal di masa depan.

Kontrak Vuture adalah kontrak forward terstandardisasi untuk kuantitas valuta yang ditetapkan di muka dan yanggal kalender terpilih.


BAB 14
KEPUTUSAN INVESTASI JANGKA PANJANG : PENGANGGARAN MODAL

Penganggaran Modal (capital budgeting)
Penerapan prinsip umum bahwa perusahaan harus memproduksi output atau melakukan aktivitas hingga pendapatan marginal dari output atau aktivitas sama dengan biaya marginalnya. Atau Proses perencanaan pengeluaran yang akan menghasilkan penerimaan atau pengembalian sepanjang beberapa tahun.
Penggunaannya : Merencanakan penggantian modal, peralatan yang usang, perluasan fasilitas produksi, penetrasi ke lini produksi berbeda, merencanakan kampanye iklan, pelatihan karyawan, riset dan pengembangan, keputusan beli atau sewa, proyeksi investasi lainnya.

Kategori Klasifikasi proyek investasi :
1. Penukaran
2. Penghematan biaya
3. Ekspansi output pasar dan produk-produk tradisional
4. Ekspansi pada produk dan/atau pasar baru
5. Regulasi pemerintah

Net Cash Flow from a project, selisih antar penerimaan kas dan pengeluaran kas sepanjang usia proyek.

Pedoman umum dalam mengestimasi arus kas :
  1. Arus kas harus diukur berdasarkan inkremental, yaitu arus kas dari suatu proyek tertentu harus diukur berdasarkan selisih antara arus kas perusahaan dengan atau tanpa proyek yang bersangkutan.
  2. Arus kas harus diestimasikan berdasarkan setelah pajak, dengan menggunakan tarif pajak marginal perusahaan.
  3. Sebagai beban non kas, depresiasi mempengaaruhi arus kas perusahaan hanya melaui dampaknya atas pajak.

Methode untuk menentukan apakah perusahaan sebaiknya menerima suatu usulan proyek investasi atau tidak :
  1. Net Present Value (NPV), menghitung nilai sekarang bersih dari proyek.
  2. Internal rate of return (IRR), tingkat diskon yang akan menyamakan nilai sekarang dari arus kas bersih dengan biaya awal proyek.
Dalam kondisi two mutually exclusive, secara umum methode NPV lebih baik untuk digunakan dalam memutuskan proyek mana yang akan diambil. Dalam arti lebih baik memilih proyek dengan NPV lebih tinggi dari pada memilih proyek dengan IRR lebih tinggi.

Penjatahan Modal dan Indeks Profitabilitas

Alasan munculnya penjatahan modal.
  1. Pengembalian semua proyek yang memiliki NPV positif bisa menimbulkan ekspansi yang berlebihan sehingga menyiksa sumber daya manajerial, personalia dan sumber daya lainnya dari perusahaan.
  2. Perusahaan mungkin enggan meminjam terlalu banyak untuk mengganti dana material mengingat resiko yang akan dihadapi perusahaan jika perkonomian tiba-tiba melemah.
  3. Manjemen puncak mungkin membatasi anggaran modal untuk beragam divisinya begitu saja tanpa pertimbangan khusus.
Biaya Modal
  1. Biaya Utang adalah pengembalian yang diminta pemberi pinjaman untuk pinjaman yang mereka berikan kepada perusahaan.
  2. Biaya Modal Ekuitas adalah tingkat pengembalian yang diminta pemegang saham agar mau berinvestasi dalam perusahaan. Atau biaya dari pengumpulan modal melalaui penjualan saham.

Methode untuk mengestimasi biaya modal ekuitas :
1. Suku Bunga Bebas-Resiko Plus Premi
2. Model Penilaian Dividen
3. Model Penetapan Harga Aset Modal

Mengkaji Ulang Proyek Investasi Setelah Implementasi
Review menyangkut pembandingan arus kas dan pengembalian aktual dari proyek dengan arus kas dan pengembalian yang diperkirakan atau diramalkan, serta pencarian penjelasan atas setiap penyimpangan yang muncul.

Managerial Economics in a Global Economy by Dominick Salvatore

Dominick Salvatore
Managerial Economics in a Global Economy with Economic Applications Card
5th Edition - South Western
ISBN-10: 0324171870 ISBN-13: 9780324171877 640 Pages © 2004 Published
You can use "double click" on chapter or "right click" and then "save as" to download courses material (in PPT format)


PART I. INTRODUCTION.
Chapter 1: The Nature and Scope of Managerial Economics.
Chapter 2: Optimization Techniques and New Management Tools.

PART II. DEMAND ANALYSIS.
Chapter 3: Demand Theory.
Chapter 4: Demand Estimation.
Chapter 5: Demand Forecasting.

PART III. PRODUCTION AND COST ANALYSIS.
Chapter 6: Production Theory and Estimation.
Chapter 7: Cost Theory and Estimation.

PART IV. MARKET STRUCTURE AND PRICING PRACTICES.
Chapter 8: Market Structure: Perfect Competition, Monopoly, and Monopolistic Competition.
Chapter 9: Oligopoly and Firm Architecture.
Chapter 10: Game Theory and Strategic Behavior.
Chapter 11: Pricing Practices.

PART V. REGULATION, RISK ANALYSIS, AND CAPITAL BUDGETING.
Chapter 12: Regulation and Antitrust: The Role of Government in the Economy.
Chapter 13: Risk Analysis.
Chapter 14: Long-Run Investment Decisions: Capital Budgeting.