This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, November 24, 2012

Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XIII (SNA 13) PURWOKERTO

Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal
1. AKPM_01 Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kinerja Perusahaan
2. AKPM_05 Pengaruh Sistem Hukum terhadap Managemen Laba dengan Kepemilikan Institusional sebagai Variabel Pemoderasi :Studi Perbandingan Inggris dan Perancis
3. AKPM_06 Return Saham, Value at Risk, dan Aktivitas Trading pada Kelompok Harga Terendah (Low Tick Size) di Bursa Efek Indonesia
4. AKPM_11 Pengaruh Ownership Retention, Investasi dari Proceeds, dan Reputasi Auditor terhadap Nilai Perusahaan dengan Kepemilikan Manajerial dan Institusional sebagai Variabel Pemoderasi
5. AKPM_12 Pengaruh Corporate Governance pada Hubungan Corporate Social Responsibility dan Nilai Perusahaan
6. AKPM_13 Kinerja Akuntansi dan Kinerja Pasar sebagai Anteseden dan Konsekuensi atas Pergantian Chief Executive Officer (CEO) : Kasus dari Indonesia
7. AKPM_16 Praktik Manajemen Laba Terkait Peringkat Emisi Obligasi
8. AKPM_17 Pengujian Peran Perlindungan Investor dan Kultur terhadap Perilaku Managemen Laba pada Perusahaan Keluarga : Studi Internasional
9. AKPM_19 Pengaruh Status Internasional, Diversifikasi Operasi, dan Legal Origin terhadap Manajemen Laba (Studi
10. AKPM_21 Eksplorasi Kinerja Pasar Perusahaan : Kajian Berdasarkan Modal Intelektual (Studi Empiris pada Perusahaan Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
11. AKPM_22 Pengaruh Order Effect dan Pola Pengungkapan dalam Pengambilan Keputusan Investasi
12. AKPM_23 Kepemilikan Manajemen, Kepemilikan Institusi, Leverage dan Corporate Social Responsibility
13. AKPM_24 Reksa Dana di Indonesia :Analisis Kebijakan Alokasi Aset, Pemilihan Saham, dan Tingkat Risiko
14. AKPM_26 Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan
15. AKPM_27 Pengaruh Corporate Governance dan Konsentrasi Kepemilikan terhadap Daya Informasi Akuntansi
16. AKPM_29 Hubungan antara Growth Opportunity dengan Debt Maturity dan Kebijakan Leverage serta Fungsi Covenant dalam Mengontrol Konflik Keagenan antara Shareholders dengan Debtholders”
17. AKPM_38 Karakteristik Pribadi Komite Audit dan Praktik Manajemen Laba
18. AKPM_41 Pengaruh Konservatisme terhadap Asimetri Informasi dengan Menggunakan Beberapa Model Pengukuran Konservatisme
19. AKPM_50 Implikasi Intellectual Capital terhadap Financial Performance, Growth dan Market Value : Studi Empiris dengan Pendekatan Simplistic Specification
20. AKPM_51 Pengaruh Profitabilitas, Risiko Keuangan, Nilai Perusahaan, dan Struktur Kepemilikan terhadap Praktek Perataan Laba :Studi Empiris Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI
21. AKPM_52 Analisis Pendekatan Nilai Wajar dan Nilai Historis dalam Penilaian Aset Biologis pada Perusahaan Agrikultur :Tinjauan Kritis Rencana Adopsi IAS 41
22. AKPM_57 Menguji Kualitas Standar Akuntansi Hasil Adopsi IFRS :Studi Empiris pada PSAK No. 55 (Revisi 2006)
23. AKPM_60 Efek Entrenchment dan Alignment pada Manajemen Laba
24. AKPM_62 Pengaruh Kualitas Pelaporan Keuangan terhadap Informasi Asimetri
25. AKPM_64 Equity Risk Premium Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
26. AKPM_65 Hubungan antara Kesalahan Prediksi Laba Manajemen dan Akrual dengan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating
27. AKPM_67 Kepemilikan Manajerial, Konservatisma Akuntansi, dan Cost of Debt
28. AKPM_72 Perbedaan Perilaku Earnings Management Berdasarkan pada Perbedaan Life Cycle dan Ukuran Perusahaan
29. AKPM_74 The Real and Accruals Earnings Management :Satu Perspektif dari Teori Prospek
30. AKPM_78 Pemeringkatan Obligasi Perdana sebagai Pemicu Manajemen Laba : Bukti Empiris dari Pasar Modal Indonesia
31. AKPM_83 Intellectual Capital dan Abnormal Return Saham (Studi Peristiwa Pada Perusahaan Publik Di Indonesia)
32. AKPM_86 Masalah Keagenan Kas Bebas, Manajemen Laba, dan Relevansi Nilai Informasi Akuntansi
33. AKPM_87 Apakah Kinerja Jangka Panjang Penawaran Umum Perdana di Indonesia underperformed? Bukti Baru
34. AKPM_91 Hubungan Karakteristik Dewan Komisaris dan Perusahaan Terhadap Pengungkapan Risk Management Committee (RMC) Pada Perusahaan Go Public Indonesia
Akuntansi Manajemen
1. AKMEN_02 Pengaruh Tekanan Ketaatan dan Tanggung Jawab Persepsian pada Penciptaan Budgetary Slack
2. AKMEN_04 Pengaruh Locus of Control terhadap Hubungan antara Justice dan Tingkat Eskalasi Komitmen dalam Penganggaran Modal
3. AKMEN_26 Kemanfaatan Capacity Cost Reports Dalam Peningkatan Kinerja Laba :Suatu Studi Eksperimen
4. AKMEN_31 Peran Kepemimpinan dalam Pencapaian Kinerja Organisasi Melalui Budaya, Strategi, dan Sistem Akuntansi Manajemen Organisasi
5. AKMEN_35 Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Growth Terhadap Kebijakan Dividen dengan Good Corporate Governance sebagai Variabel Intervening
Akuntansi Sektor Publik
1. ASP_03 Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Outcomes Bidang Kesehatan: Studi Empiris di Kabupaten/Kota Propinsi Sumatera Barat
2. ASP_04 Nilai Relevan Informasi Laporan Keuangan Terkait Financial Distress Pemerintah Daerah
3. ASP_05 Apakah Incumbent Memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Untuk Mencalonkan Kembali Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada)
4. ASP_07 Pengaruh Faktor Keperilakuan Organisasi terhadap Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah di Subosukawonosraten
5. ASP_10 Kepercayaan dan Implementasi Peraturan Perundang-Undangan Penyusunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Batang
6. ASP_11 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit di Lingkungan Pemerintah Daerah
7. ASP_15 Pengaruh Moral Reasoning dan Skeptisisme Profesional Auditor Pemerintah terhadap Kualitas Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
8. ASP_17 Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Politik Penganggaran, Perencanaan dan Informasi Pendukung terhadap Sinkronisasi Dokumen APBD dengan Dokumen KUA-PPAS di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang
9. ASP_18 Pengaruh Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Keterandalan dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan Variabel Intervening Pengendalian Intern Akuntansi (Studi Empiris di PEMDA Subosukawonosraten)
10. ASP_19 Determinasi Hubungan Pengetahuan Dewan tentang Anggaran dengan Pengawasan Dewan pada Keuangan Daerah (APBD) (Studi Empiris pada DPRD Se-Karesidenan Kedu)
11. ASP_21 Kebutuhan Investor dan Kreditor Atas Informasi dalam Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah
12. ASP_22 Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Keterlambatan dalam Penyusunan APBD (Studi Kasus Kabupaten Rejang Lebong Tahun Anggaran 2008-2010)
13. ASP_24 Studi Eksploratif terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kabupaten/Kota yang Memperoleh Opini Wajar dengan Pengecualian Menggunakan Content Analysis
14. ASP_25 Analisis Pengaruh Lingkungan Strategi, Budaya, dan Perencanaan Strategi terhadap Kinerja Perusahaan Daerah (Studi Kasus Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Sulawesi Selatan)
15. ASP_31 Pengaruh Independensi, Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, dan Pemahaman Good Governance terhadap Kinerja Auditor Pemerintah (Studi pada Auditor Pemerintah di BPKP Perwakilan Bengkulu)
16. ASP_37 Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bengkulu
Akuntansi Syariah
1. AKSR_07 Kinerja Akuntansi dan Kinerja Pasar Modal pada Perusahaan-Perusahaan dalam Jakarta Islamic Index
2. AKSR_08 Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) Perusahaan terhadap Reaksi Pasar (Survey terhadap perusahaan – perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2002-2009)
3. AKSR_10 Islam dan Tanggung Jawab Sosial : Studi Perbandingan Pengungkapan Berdasarkan Global Reporting Initiative dan Islamic Social Reporting Indeks
4. AKSR_11 Analisis Pengaruh Deviden Payout Ratio dan Capital Structure terhadap Beta Saham: Studi pada Saham Syariah dan Nonsyariah Perusahaan Nonkeuangan di Bursa Efek Indonesia
5. AKSR_23 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (Deposito Mudharabah 1 Bulan) Bank Muamalat Indonesia (BMI)
Jurnal Audit
1. AUD_02 Mengapa Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Melakukan Pergantian Kantor Akuntan Publik
2. AUD_08 Pengaruh Tenur Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Reputasi KAP terhadap Kualitas Audit : Kasus Rotasi Wajib Auditor di Indonesia
3. AUD_09 Faktor Nonkeuangan pada Opini Going Concern
4. AUD_10 Analisis Empiris Pergantian Kantor Akuntan Publik Setelah Ada Kewajiban Rotasi Audit
5. AUD_11 Pengaruh Independensi, Pengalaman, Due Professional Care dan Akuntabilitas terhadap Kualitas Audit (Studi pada Auditor di KAP “Big Four” di Indonesia)
6. AUD_14 Manajemen Laba Riil dan Berbasis Akrual: Dapatkah Auditor yang Berkualitas Mendeteksinya
7. AUD_15 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Job Satisfaction Auditor dan Hubungannya dengan Performance dan Keinginan Berpindah Kerja Auditor (Perbandingan Pada KAP Besar, KAP Menengah, dan KAP Kecil)
8. AUD_17 Analisis Penggunaan Benford’s Law dalam Perencanaan Audit pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
9. AUD_23 Analisis Penerimaan Auditor atas Dysfunctional Audit Behavior : Sebuah Pendekatan Karakteristik Personal Auditor
10. AUD_28 Pengaruh Tekanan Waktu dan Tindakan Supervisi terhadap Penghentian Prematur atas Prosedur Audit
sumber : http://amrynr.net/jurnal-simposium-nasional-akuntansi-xiii-sna-13-purwokerto/

Thursday, September 27, 2012

SMS Gateway Pake Linux

PERSIAPAN :
1. HP / Modem GSM yang sudah di support oleh gammu daftarnya ada di sini nih (kalo belum punya beli aja yang murahan aja, saya pake SE K510i waktu itu saya beli Rp. 50.000)

2. Kabel data tentunya (tidak disarankan menggunakan bluetooth, ribet)
3. PC atau Laptop yang udah di install Linux (saya sih pake linux Mint), kalo ngak usah dilanjukan ke tahapan belikutnya karena percuma aja :)
4. Jangan lupa beli pulsa, soalnya sms ngak akan terkirim kalo pulsanya ngak ada.
5. Tahapan berikutnya.

INSTALASI
1. Install linux (kalo belum pernah, tanya ke tetangga).
2. Install Apache Server, MYSQL Server, PHP5, PHP5-mysql, Gammu (caranya cari dokumentasi di tempat lain yach)
3. Pasang HP atau Modem ke PC atau Laptop
4. Cek pada terminal dengan perintah #lsusb
3. Install Wammu (software ini digunakan untuk mensetting file gammu-smsdrc



Bersambung...

Saturday, September 22, 2012

Tidak Bisa Insert Row dan Collumn di Excel 2007 ( Cannot Shift Object Of Sheet)


Excel Error
Kejadian seperti gambar di bawah ini terjadi ketika saya mencoba untuk menambahkan row atau kolom di excel 2007. Sempat aneh dengan hal ini
pertamanya, dulu untuk insert row dan kolom tidak masalah. Setelah mencari tahu mengenai hal ini di website microsft, akhirnya hal itu terjadi karena ada settingan excel yang berubah. untuk mengembalikann settingan excel sehingga kembali bisa menambahkan baris dan kolum adalah sebagai berikut :



 1. Klik Logo Microsoft di pojok kanan atas workbook.
 2. Klik Excel Option - Advance
 3. Lakukan perubahan pada "Display Option For This Workgroup"
 4. "For Object Show" rubah menjadi all bukan nothing (hide object) 

 

 http://rastono.blogspot.com/2011/03/tidak-bisa-insert-row-dan-collumn-di.html

Sunday, September 16, 2012

Logaritma Natural (Ln)

Logaritma natural adalah logaritma yang berbasis e, dimana e adalah 2.718281828459... (dan seterusnya). Logaritma natural terdefinisikan untuk semua bilangan real positif x dan dapat juga didefinisikan untuk bilangan kompleks yang bukan 0.
  • Ahli matematika biasanya menggunakan "ln(x)" atau "log(x)" untuk menotasikan loge(x), atau logaritma natural dari x, dan menggunakan "log10(x)" untuk menotasikan logaritma berbasis 10 dari x.
  • Insinyur, ahli biologi, dan orang dalam bidang-bidang lain, hanya menggunakan "ln(x)" atau kadang-kadang (untuk supaya lebih jelas) "loge(x)" untuk menotasikan logaritma natural dari x, dan "log(x)" digunakan untuk logaritma berbasis 10, log10(x) atau, dalam konteks teknik komputer, log2(x).
  • Kebanyakan bahasa komputer, termasuk C, C++, Fortran, dan BASIC, "log" atau "LOG" berarti logaritma natural.
  • Pada kalkulator, tombol ln berarti logaritma natural, sedangkan tombol log adalah untuk logaritma berbasis 10.
Lihat juga logaritma.

Ln sebagai invers fungsi eksponensial natural

Fungsi ln adalah invers dari fungsi eksponensial:
\ e^{\ln(x)} = x \,\!      untuk semua x yang positif dan
\ ln(e^x) = x \,\!      untuk semua x yang real.
Logaritma dapat didefinisikan untuk basis lainnya, asal positif, tidak hanya e, dan biasanya berguna untuk memecahkan persamaan yang variabel tidak diketahuinya merupakan pangkat dari variabel lain.

Mengapa disebut "natural"

Sekilas, tampaknya yang lebih "natural" tentunya adalah logaritma yang berbasis 10, karena basis angka yang digunakan umumnya juga 10. Namun, ada dua alasan mengapa ln(x) disebut logaritma natural: pertama, persamaan-persamaan yang variable tak diketahuinya merupakan pangkat dari e jauh lebih sering dijumpai dibanding yang merupakan pangkat dari 10 (karena sifat-sifat "natural" dari fungsi eksponensial yang dapat menggambarkan growth/pertumbuhan dan decay/penurunan), dan kedua, karena logaritma natural dapat didefinisikan dengan mudah menggunakan integral yang dasar atau Deret Taylor (lihat penjelasan di bawah), dan logaritma berbasis lainnya tidak dapat didefinisikan seperti ini.
Sebagai contoh, lihat turunan dibawah ini:
\frac{d}{dx}\log_b(x) =\frac{1}{x \cdot \ln b}
Jika basis b adalah e maka turunan yang didapat adalah 1/x dan jika x=1, kemiringan kurva adalah 1.

Definisi

Secara formal, ln(a) dapat didefinisikan sebagai luas dibawah grafik (integral) dari 1/x dihitung dari 1 ke a, atau,
\ ln(a)=\int_1^a \frac{1}{x}\,dx.
Definisi tersebut mendefinisikan suatu logaritma, karena memenuhi sifat fundamental logaritma, yaitu:
\ ln(ab)=\ln(a)+\ln(b) \,\!
Ini dapat ditunjukkan dengan mendefinisikan \phi(t)=at dan dengan menggunakan rumus substitusi:
\ln (ab) 
= \int_1^{ab} \frac{1}{x} \; dx 
= \int_1^a \frac{1}{x} \; dx \; + \int_a^{ab} \frac{1}{x} \; dx 
=\int_1^{a} \frac{1}{x} \; dx \; + \int_1^{b} \frac{1}{t} \; dt 
= \ln (a) + \ln (b)
Bilangan e, selanjutnya dapat didefinisikan sebagai bilangan real yang unik a dimana \ln(a) = 1.


Untuk mencari nilai ln pada MS Excel/Openoffice/LibreOffice menggunakan rumus =ln(number), sedangkan untuk mencari anti ln dengan menggunakan MS Excel/Openoffice/LibreOffice rumusnya adalah =power(2.718281828459,number)


http://id.wikipedia.org/wiki/Logaritma_natural

Monday, September 10, 2012

Membuat Fungsi Terbilang Microsoft Excel 2007

Fungsi terbilang disini adalah fungsi untuk mengkonversi angka menjadi terbilang. Contoh angka 2500 akan dikonversi menjadi dua ribu lima ratus, fungsi ini banyak digunakan untuk membuat faktur, nota atau kwitansi.

Untuk membuat fungsi ini di Microsoft Excel caranya sebagai berikut:
  • Buat document baru, atau buka document yang sudah ada dan ingin diberi fungsi terbilang ini. Kemudian buka Microsoft Visual Basic Editor dari menu Tools > Macro > Visual Basic Editor untuk office 2003 atau langsung tekan tombol Alt + F11 untuk office 2007.
  • Buat sebuah module baru dengan cara klik menu Insert > Module kemudian tambahkan script berikut. :
Function Terbilang(n As Long) As String 'max 2.147.483.647
Dim satuan As Variant, Minus As Boolean
On Error GoTo terbilang_error
satuan = Array("", "Satu", "Dua", "Tiga", "Empat", "Lima", "Enam", "Tujuh", "Delapan", "Sembilan", "Sepuluh", "Sebelas")
If n < 0 Then
Minus = True
n = n * -1
End If
Select Case n
Case 0 To 11
Terbilang = " " + satuan(Fix(n))
Case 12 To 19
Terbilang = Terbilang(n Mod 10) + " Belas"
Case 20 To 99
Terbilang = Terbilang(Fix(n / 10)) + " Puluh" + Terbilang(n Mod 10)
Case 100 To 199
Terbilang = " Seratus" + Terbilang(n - 100)
Case 200 To 999
Terbilang = Terbilang(Fix(n / 100)) + " Ratus" + Terbilang(n Mod 100)
Case 1000 To 1999
Terbilang = " Seribu" + Terbilang(n - 1000)
Case 2000 To 999999
Terbilang = Terbilang(Fix(n / 1000)) + " Ribu" + Terbilang(n Mod 1000)
Case 1000000 To 999999999
Terbilang = Terbilang(Fix(n / 1000000)) + " Juta" + Terbilang(n Mod 1000000)
Case Else
Terbilang = Terbilang(Fix(n / 1000000000)) + " Milyar" + Terbilang(n Mod 1000000000)
End Select
If Minus = True Then
Terbilang = "Minus" + Terbilang
End If
Exit Function
terbilang_error:
MsgBox Err.Description, vbCritical, "^_^Terbilang Error"
End Function


  • Tutup kembali Visual Basis Editor dan kembali ke lembar kerja excel, coba ketikkan angka sembarang di sembarang tempat. Misal di cell C5 ketikkan1250200 (nb: Maksimal 2147483647)
  • Kemudia di cell yang yang lain / tempat menaruh hasil terbilang ketikkan formula=terbilang(C5)
  • Kemudian di cell tersebut akan muncul hasil terbilang yaitu satu juta dua ratus lima puluh ribu dua ratus
  • Jika ingin di belakang hasil terbilang ada kata Rupiah tambahkan di dalam formula=terbilang(C5) & “Rupiah”
 
 http://elhaidar.wordpress.com/2011/01/07/
 
 

Thursday, September 6, 2012

MYOB -- Mind Your Own Business





Monday, August 6, 2012

Hati-hati menggunakan kalkulator

sang guru memberi pertanyaan pada murid-muridnya seperti berikut: 3×3+3×0=?, oleh anak tetangga tersebut diisi “9″ dan sang gurupun ngeyel kalau jawaban yang benar adalah “0″ karena dia melakukan penjumlahan pakai Calculator biasa

Saya coba menggunakan kalkulator netbook yang mengunakan OS Windows ternyata hasilnya adalah "0", penasaran saya pun beralih kepada netbook dengan menggunakan OS Linux ternyata hasilnya adalah "9". Tidak cukup sampai di sana saya pun mencoba menggunakan smartphone Blackberry ternyata hasilnya adalah "0" tapi saat saya menggunakan Android hasilnya adalah "9".

 Jadi sebenarnya mana yang benar yach ...?


Sunday, August 5, 2012

KASUS ETIKA BISNIS PERUSAHAAN

Kasus manipulasi laporan keuangan

Manipulasi laporan keuangan PT KAI
Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.

Skandal Enron, Worldcom dan perusahaan-perusahaan besar di AS
Worldcom terlibat rekayasa laporan keuangan milyaran dollar AS. Dalam pembukuannya Worldcom mengumumkan laba sebesar USD 3,8 milyar antara Januari 2001 dan Maret 2002. Hal itu bisa terjadi karena rekayasa akuntansi.

Penipuan ini telah menenggelamkan kepercayaan investor terhadap korporasi AS dan menyebabkan harga saham dunia menurun serentak di akhir Juni 2002. Dalam perkembangannya, Scott Sullifan (CFO) dituduh telah melakukan tindakan kriminal di bidang keuangan dengan kemungkinan hukuman 10 tahun penjara. Pada saat itu, para investor memilih untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya di bursa saham.

Kasus Product Recall
Kasus Tylenol Johnson & Johnson

Kasus penarikan Tylenol oleh Johnson & Johnson dapat dilihat sebagai bagian dari etika perusahaan yang menjunjung tinggi keselamatan konsumen di atas segalanga, termasuk keuntungan perusahaan. Johnson & Johnson segera mengambil tindakan intuk mengatasi masalahnya. Dengan bertindak cepat dan melindungi kepentingan konsumennya, berarti perusahaan telah menjaga trust- nya.

Kasus obat anti nyamuk Hit
Pada kasus Hit, meskipun perusahaan telah meminta maaf dan berjanji untuk menarik produknya, ada kesan permintaan maaf itu klise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker tersebut terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran.

Kasus Baterai laptop Dell
Dell akhirnya memutuskan untuk menarik dan mengganti baterai laptop yang bermasalah dengan biaya USD 4,1 juta. Adanya video clip yang menggambarkan bagaimana sebuah note book Dell meledak yang telah beredar di internet membuat perusahaan harus bergerak cepat mengatasi masalah tersebut.

Dari ketiga kasus di atas, Hit merupakan contoh yang kurang baik dalam menangani masalahnya. Paradigma yang benar yaitu seharusnya perusahaan memperhatikan adanya hubungan sinergi antara etika dan laba. Di era kompetisi yang ketat ini, reputasi baik merupakan sebuah competitive advantage yang harus dipertahankan. Dalam jangka panjang, apabila perusahaan meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan maka akan berbuah keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.

Dugaan penggelapan pajak
IM3 diduga melakukan penggelapan pajak dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, dapat direstitusi atau ditarik kembali. Karena itu, IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar.

750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi.

Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan (bribery) dalam kasus tersebut.

Pihak pemerintah dan DPR perlu segera membentuk tim auditor independen yang kompeten dan kredibel untuk melakukan audit investigatif atau audit forensik untuk membedah laporan keuangan dari 750 PMA yang tidak membayar pajak. Korporasi multinasional yang secara sengaja terbukti tidak memenuhi kewajiban ekonomi, hukum, dan sosialnya bisa dicabut izin operasinya dan dilarang beroperasi di negara berkembang.

Etika terhadap komunitas masyarakat
Tindakan Kejahatan Korporasi PT. Lapindo Brantas (Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Sidoarjo, Jawa Timur)

Telah satu bulan lebih sejak terjadinya kebocoran gas di areal eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dari rekahan tanah, membumbung tinggi sekitar 10 meter.

Semburan gas tersebut disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga. tak kurang 10 pabrik harus tutup, 90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi, demikian juga dengan tambak-tambak bandeng, belum lagi jalan tol Surabaya-Gempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas.

Perusahaan terkesan lebih mengutamakan penyelamatan asset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan social yang ditimbulkan. Namun Lapindo Brantas akhirnya sepakat untuk membayarkan tuntutan ganti rugi kepada warga korban banjir Lumpur Porong, Sidoarjo. Lapindo akan membayar Rp2,5 juta per meter persegi untuk tanah pekarangan beserta bangunan rumah, dan Rp120.000 per meter persegi untuk sawah yang terendam lumpur.


Etika terhadap buruh dan pekerja BenQ, Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global
Merjer bisnis telepon genggam perusahaan BenQ dan Siemens menjadi BenQ-Mobile awalnya bagai angin harapan, terutama bagi para pekerja pabrik di Jerman. Namun karena penjualan tidak menunjang dan banyak produk yang dipulangkan oleh pembelinya karena bermasalah, akibatnya dua pabrik BenQ, di Meksiko dan Taiwan, terpaksa ditutup. Karena itu BenQ melakukan restrukturisasi dan mem-PHK sejumlah pekerja.Hal ini sangat merugikan pihak buruh dan karyawan. Para pekerja merasa hanya dijadikan bahan mainan perusahaan yang tidak serius


Apple Ancam Peredaran Ponsel Android
Sebuah putusan dari pengadilan Amerika Serikat (AS) diperkirakan menguntungkan Apple. Putusan kontroversial itu bisa berdampak munculnya larangan semua telepon seluler (ponsel) dan tablet berbasis Android di AS.

Sebelumnya, Apple telah memenangkan putusan awal dari sebuah panel perdagangan AS bahwa ponsel HTC Taiwan telah melanggar dua paten Apple.

HTC menggunakan sistem operasi Google Android untuk ponsel pintarnya dan kasus itu sedang diawasi ketat pasar perangkat mobile.

Keputusan awal pengadilan itu sudah menciptakan desas desus diantara pembuat ponsel karena keputusan itu menyampaikan pesan kepada pembuat ponsel pintar lainnya yang berbasis Android.

Kemenangan Apple itu bisa menjadi gertakan kepada pembuat ponsel Android lainnya atau mengajukan permintaan larangan impor HTC ke AS, sebagaimana yang dilaporkan The Guardian.

Paten itu berhubungan dengan pengolahan data dan aksi cover seperti perangkat mengenali nomor telepon dan memintanya untuk menelpon. .

sumber : http://insidewinme.blogspot.com/2007/12/kasus-etika-bisnis-perusahaan.html
http://absa.blog.binusian.org/2009/12/30/kasus-etika-bisnis-perusahaan/

Resume Managerial Economic Buku 2



Managerial Economic Buku 2

(EDISI KELIMA BAHASA INDONESIA)
DOMINICK SALVATORE

BAB 9
OLIGOPOLI DAN ARSITEKTUR PERUSAHAAN

  • Arti : Suatu bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yang homogen (oligopoly murni) atau produk yang terdiferensial (oligopoly terdiferesial) jumlahnya sedikit.
  • Bentuk organisasi pasar oligopoly paling banyak terjadi di Negara industri seperti Amerika Serikat. Contohnya untuk produk homogen adalah aluminium dasar dan baja, untuk produk terdiferensial contohnya mobil, sereal, rokok dan sabun.
  • Oligopolis biasanya memilih untuk bersaing dalam hal diferensial produk, iklan dan pemberian layanan (sering disebut nonprice competition).
  • Ciri istimewa Oligopoli adalah saling ketergantungan atau persaingan antara berbagai perusahaan dalam industri yang merupakan akibat alamiah karena sedikitnya jumlah perusahaan.
Sumber terjadinya oligopoli umumnya sama dengan sumber terjadinya monopoli, yaitu :
  1. Skala ekonomi yang bisa dicapai jika jumlah outputnya cukup besar.
  2. Kebutuhan Investasi modal yang besar dan input yang terspesialisasi untuk dapat masuk ke industri yang oligopolistik.
  3. Adanya hak paten pada perusahaan
  4. Brands pada perusahaan dengan pelanggan setianya
  5. Kebijakan pemerintah yang memberikan hak monopoli bagi perusahaan tertentu.
Methode untuk mengukur tingkat konsentrasi dalam sebuah industri :
  • Rasio Konsentrasi : adalah rasio yang mengukur tingkat dominasi beberapa perusahaan besar dalam suatu industri dengan cara mengukur persentase total penjualan yang dilakukan beberapa perusahaan terbesar terhadap total penjualan dalam industri.
  • Indeks Herfindahl, dihitung dengan menjumlahkan nilai kuadrat pangsa pasar semua perusahaan dalam pasar.
Model-model Oligopoli :
  1. Model Cournot, bermanfaat dalam oligopoli di antara perusahaan yang saling bergantung sangat erat.
  2. Model Bertrand, merupakan model perang harga yang terjadi dalam persaingan perusahaan dengan produk yang homogen.
  3. Model Kurva Permintaan Terpatah, merupakan konsep dimana bila seorang goligopolis yang tidak berkolusi menaikkan harga produk, dia akan kehilangan hampir seluruh pelanggannya karena perusahaan lain tidak ikut menaikkan harga.
  4. Kesepakatan Kartel. Adalah kolusi yang terjadi antara perusahaan yang bersifat jelas dan eksplisit dimana ada dua jenis kartel yaitu Market-sharing Cartel dan Centralized Cartel
  5. Kepemimpinan Harga. Adalah kolusi yang terjadi antara perusahaan yang bersifat tidak jelas dan implisit.
Implikasi Efisiensi Oligopoli

Akibat buruk oligopoli dalam jangka panjang :
  1. Laba dalam pasar tetap ada dalam jangka panjang karena adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk kedalam pasar.
  2. Oligopolis tidak berproduksi pada titik terendah kurva LACnya.
  3. Kurva permintaan memiliki kemiringan yang negatif
  4. Jika memproduksi barang terdiferensial dapat berakibat banyaknya uang yang dihabiskan untuk iklan dan perubahan model.

Model Maksimasi Penjualan

Adalah rumusan dimana manajer perusahaan modern berusaha memaksimumkan penjualan setelah tingkat pengembalian yang cukup telah diperoleh untuk memuaskan para pemegang saham.

Perkembangan oligopolis global

Kecenderungannya semakin cepat karena perusahaan yang bertambah besar akibat pertumbuhna internal dan terjadinya merger.

Arsitektur Perusahaan Yang Ideal

  • Perusahaan ideal berkonsentrasi pada kompetensi intinya dan mensubkontrakkan seluruh aktivitas lainnya.
  • Perusahaan ideal adalah perusahaan pembelajar.
  • Perusahaan yang ideal akan mengoperasikan pabrik atau perusahaan dengan benar-benar efisien.
  • Perusahaan ideal mengkombinasikan fisik dan maya dengan biaya kelim.
  • Perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang bisa dengan segera bereaksi.

Perusahaan Maya dan Perusahaan Yang Saling Terkait

  • Virtual Corporation, merupakan jaringan kerja temporer perusahaan-perusahaan yang tidak tergantung satu sama lain, bergabung bersama dengan kontribusi kemampuan intinya masing-masing untuk secara cepat mengambil keuntungan atas berbagai kesempatan yang berubah dengan cepat.
  • Relationship enterprises, adalah jaringan perusahaan yang independen yang membentuk aliansi strategis untuk membangun kapabilitas dan bisa hadir secara geografis yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin global di bidangnya.

BAB 10
TEORI PERMAINAN DAN PERILAKU STRATEGIS

Strategic behavior, adalah maksimalisasi strategi rencana kerja setelah mempertimbangkan semua reaksi yang mungkin dilakukan oleh para pesaing dalam rangka memperoleh laba dan keuntungan lainnya.
Game theory, memperlihatkan bagaimana perusahaan oligopolistik membuat keputusan strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif atas pesaingnya.

Strategi Dominan dan Keseimbangan Nash

Strategi dominan adalah pilihan terbaik atau optimum untuk pemain tanpa mempersoalkan apa yang dilakukan lawannya.
Keseimbangan Nash terjadi ketika setiap pemain telah memilih strategi optimumnya, strategi tersebut ternyata telah dipilih oleh pemain lain.

Dilema Tahanan
Mengacu pada situasi dimana setiap perusahaan menerapkan strategi dominannya sendiri, tetapi tidak bisa mendapatkan yang lebih baik dengan bekerja sama.

Persaingan Harga dan Non Harga, Kecurangan Dalam Kartel dan Dilema Tahanan
Persaingan Harga dan Dilema Tahanan
Konsep yang digunakan untuk menganalisis persaingan harga dan non harga dalam pasar oligopolistik dengan mempertimbangkan faktor curang.

Persaingan Non Harga, Kecurangan Dalam Kartel dan Dilema Tahanan
Semakin besar jumlah anggota kartel dan semakin banyak produk yangberbeda, semakin sulit bagi kartel untuk melakukan pengawasan dan mencegah terjadinya kecurangan.

Permainan Yang Berulang-Ulang dan Strategi TIT-FOR-TAT
  • Repeated Games : Permainan yang melibatkan banyak gerakan dan juga gerakan berbalasan dari setiap pemain.
  • Perilaku TIT-FOR-TAT : Lakukan apa yang dilakukan lawan anda. Perilaku ini ditemukan secara konsisten sebagai strategi yang terbaik bagi setiap pemain sejalan dengan berlalunya waktu.

Langkah Strategis
1. Ancaman, Komitmen dan Kredibilitas
2. Hambatan Masuk yang bisa dikaji dengan matrik ganjaran.
3. Perilaku strategis dan Daya Saing Internasional

Seperti juga perusahaan, negara juga bisa berperilaku strategis dengnmemeberikan proteksi atau memberikan subsidi bagi indusri tekniologi tinggi untuk memeperoleh keungguln kompetitif atas negara lain.

Permainan Berurutan dan Pohon Keputusan

Decision Tree adalah digram dengan lingkaran menggambarkan titik dimana keputusan dibuat dan cabang menunjukkan hasil setiap keputusan dalam permainan berurutan.


BAB 11
PRAKTIK PENENTUAN HARGA

Penentuan Harga Untuk Beberapa Jenis Produk
Penentuan Harga Berbagai Jenis Produk Yang Memiliki Keterkaitn Permintaan
Deman Interrelationship mempengaruhi keputusan penentuan harga yang dilakukan oleh perusahaan penghasil beberapa jenis produk, melalui dampaknya terhadap pendapatan marginal.

Pemanfaatan Kapasitas Pabrik dan Penentuan Harga Produk Yang Optimum
Alasan penting bagi perusahaan unuk menghasilkan lebih dari satu jenis produk adalah agar bisa lebih memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya.

Diskriminasi Harga
Price Discrimination mengacu pada penentuan harga yang berbeda beda untuk kualitas produk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, kepada kelompok yang berbeda, atau dalam pasar yang berbeda, ketika perbedaaan harga ini tidak disebabkan oleh perbedaan biaya.

Kondisi yang harus dipenuhi agar dapat melakukan diskriminasi harga :
  1. Memiliki kekuatan monopoli,
  2. Elastisitas permintaan terhadap harga produk harus berbeda di masing-masing pasar.
  3. Pasar bagi produk tersebut bisa disegmentasi.

Jenis Diskriminasi Harga :
  1. Diskriminasi Harga Tingkat Pertama, mengacu pada penjualan tiap unit secara terpisah dan pengenaan harga tertinggi yang paling mungkin.
  2. Diskriminasi Harga Tingkat Kedua, mengacu pada pengenaan harga yang sama per unit untuk jumlah atau sekumpulan tertentu produk.
  3. Diskriminasi Harga Tingkat Ketiga, mengacu pada pengenaan harga yang berbeda untk produk yang sama dalam pasar yang berbeda hingga pendapatan marginal dari unit terakhir produk yang dijual dalam masingmasing pasar sama dengan biaya marginal dari produk itu.

Persisten Dumping, Monopilis menjual komoditas dengan harga lebih mahal di dalam negeri dibanding di luar negeri pada saat menghadapi persaingan dari negaa lain dna kurva permintaan produk yang dihasilkannya lebih elastis.

Predatory Dumping, Penjualan sementara sebuah komoditas di bawah biaya produksinya atau pada tingkat harga yang lebih rendah di luar negeri untuk dapat menyingkirkan produsen luar negeri dari persaingan dilanjutkan dengan menaikkna harga di luar negeri.

Sporadic Dumping, penjualan sekali-kali sebuah produk dibawah biaya produksinya atau tingkat harga yang lebih rendah diluar negeri daripada domestik untuk menghaiskan overstock tanpa harus menurunkan harga domestik.

Penentuan Harga Transfer

Mengacu pada penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah divisi semiotonom perusahaan kepada divisi semiotonom lain dalam perusahaan tersebut.

Jika tidak terdapat permintaan eksternal untuk produk antara, divisi produksi bisa menjual barang antara tersebut hanya secara internal kepada divisi pemasaran perusahaan dan divisi ini bisa membeli barang antara itu hanya dari divisi produksi perusahaan.

Penentuan Harga Biaya Plus adalah

P-C
m = -------- ,
C
Dimana
m = mark up cost
P = harga produk
C = biaya rata-rata teralokasi penuh untuk produk tersebut.

Incremental Analysis, bisa diperoeh jika seluruh perubahan langsung dan tidak langsung dalam penerimaan dan biaya akibat sebuah tindakan terntentu, turut diperhitungkan.

Peak load pricing mengacu pada pembebanan harga yang lebih tinggi untuk barang atau jasa selama jam beban tinggi dibanding di luar jam beban tinggi.

Two part tariff mengacu pada praktik penentuan harga ketika konsumen membayar biaya awal untuk mendapatkan hak membeli sebuah produk atau jasa, selain juga biaya penggunaan atau harga untuk setiap unit yang mereka beli.

Bundling adalah sebuah bentuk umum dari pengikatan, dimana perusahaan mengharuskan pelanggan yang membeli/menyewa produk/jasa juga untuk membeli/menyewa produk/jasa lainnya tetapi perusahaan tidak bisa melakukan diskriminasi harga.

Prestige Pricing mengacu pada penentuan harga yang tinggi dengan sengaja untuk menarik konsumen yang berorientasi kepada gengsi.

Skimming mengacu kepada penentuan harga yang tinggi ketika sebuah produk diluncurkan dan secara bertahap harganya diturunkan.

Value Pricing mengacu pada penjualan barang-barang berkualitas pada tingkat harga yang lebih rendah dari sebelumnya.

Price matching adalah strategi penentuan harga dari perusahaan yang mengiklankan harga produk/jasa dan berjanji mengimbangi harga yang lebih rendah yang ditawarkan pesaingnya.

Auction Pricing adalah strategi penentuan harga dimana para pembeli dan para penjual melakukan penawaran untuk barang yang akan dijual.

BAB 12
REGULASI DAN ANTITRUST : PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN

Regulasi Pemerintah untuk mendukung kalangan bisnis serta melindungi konsumen, pekerja dan lingkungan.

Regulasi adalah hasil dari tindakan kelompok penekan serta menghasilkan hukum dan kebijakan yang mendukung kalangan bisnis serta melindungi konsumen, pekerja dan lingkungan.

Regulasi Pemerintah yang Membatasi Persaingan, meliputi pemberian lisensi, paten, pembatasan pada persaingan harga dan pembatasan aliran perdagangan internasional yang bebas.

Regulasi Pemerintah untuk Melindungi Konsumen, Pekerja dan Lingkungan.
  1. Pemberian informasi yang benar dan melarang misrepresentasi terhadap produk.
  2. Hukum kebenaran pinjaman, yang mengharuskan pemberi pinjaman untuk memberikan perjanjian yang lengkap dan akurat serta dalam bahasa yang mudah dimengerti.
  3. Standar keselamatan untuk gas dan bahan kimia berbahaya, tingkat kebisingan dan faktor bahaya lainnya.
  4. Penerapan upah minimum
  5. Regulasi polusi udara dan air.

Eksternalitas, produksi dan konsumsi beberapa produk bisa menimbulkan efek samping yang merugikan atau menguntungkan yang disebabkan oleh perusahaan atau orang yang tidak secara langsung terlibat dalam produksi atau komsumsi produk tersebut.

External Diseconomies of Production adalah biaya yang belum terkompensasi yang menimpa beberapa perusahaan akibat perluasan output oleh perusahaan lain.

External Economies of Production adalah manfaat yang belum terkompensasi yang diterima sebagian perusahaan karena meningkatnya output perusahaan lain.

External Diseconomies of Consumption adalah biaya yang belum terkompensasi yang menimpa sebagian individu akibat pengeluaran konsumsi individu lain.

External Economies of Consumption adalah manfaat yang belum terkompensasi yang dinikmati oleh sebagian individu akbibat meningkatnya konsumsi individu lain atas suatu produk.

Regulasi Fasilitas Umum

Natural Monopoly terjadi pada perusahaan yang memasok keseluruhan pasar secara efisien dimana kurva biaya rata-rata jangka panjang bisa turun sejalan dengan bertambahnya output. Contohnya Public Utilities.

Antitrust : Regulasi Pemerintah Atas Struktur Pasar dan Perilaku Bisnis.

Undang-Undang Antitrust yang paling Penting :
  1. Sherman Act (1890), lihat pasal 1 dan 2.
  2. Clayton Act (1914), lihat pasal 2, 3, 7 dan 8 (Diskriminasi harga, kontrak eksklusif dan mengikat, pembelian saham antarperusahaan bersifat melanggar hukum hanya jika hal-hal tersebut secara nyata mengurangi persaingan atau cenderung menciptakan monopoli.)
  3. Federal Trade Commision Act (1914), bentuk persaingan yang tidak sehat adalah melanggar hukum.
  4. Robinson-Patman Act (1936), amademen Clayton Act. Melarang penjualan yang lebih murah untuk tujuan merusak persaingan.
  5. Wheeler-Lea Act (1938), amandemen Federal Trade Commision Act. Melarang penayangan iklan yang salah dan menyesatkan atas suatu produk yang diperdagangkan antar negara bagian.
  6. Celler-Kefauer Antimerger Act (1950), menutupi kelemahan Pasal 7 Clayton Act. Melaran pembelian saham, aset perusahaan saingan, jika pembelian tersebut secara nyata mengurangi persaingan atau cenderung menciptakan monopoli. Melarang setiap jenis merger horizontal dan vertikal, konglomerasi, jika dampaknya secara nyata mengurangi persaingan atau cenderung menciptakan monopoli.
Penegakan Hukum Antitrust dan Gerakan Deregulasi

Pelanggaran/Dugaan Pelanggaran Antitrust diatasi dengan cara:
1. Pembubaran dan pelepasan
2. Keputusan
3. Surat keputusan Perjanjian Dissolution and divestiture

Conscious parallelism, pelaksanaan kebijakan yang sejalan dan seiring oleh para oligopolis atas dasar saling ketergantungan yang disadari.
Predatori Pricing, perusahaan menggunakan laba perolehan dari satu pasar untuk menjual suatu produk dibawah biaya variabel rata-ratanya dalam pasar yang lain untuk menyingkirkan para pesaing atau mencegah masuknya perusahaan baru.

Gerakan Deregulasi

Tujuan Utama deregulasi adalah untuk meningkatkan persaingan dan efisiensi dalam industri, serta untuk menurunkan tingkat harga tanpa mengorbankan kualitas.

Regulasi Persaingan Internasional
1. Import Tariff
2. Import Quota
3. Voluntary Export Restraint-VER
4. uruguay Round


BAB 13
ANALISA RESIKO

Risiko dan Ketidakpastian Dalam Pengambilan Keputusan Manajerial

Keputusan manajerial dibuat dalam kondisi :
  1. Certaintly, mengacu pada situasi dimana hanya ada satu hasil yang mungkin terjadi untuk suatu keputusan dan hasil ini diketahui secara tepat.
  2. Risk, mengacu pada situasi dimana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas dari hasil tersebut diketahui atau bisa diestimasikan.
  3. Uncertainly, mengacu pada simulasi dimana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas kemunculan dari masing-masing hasil tersebut tidak diketahui atau ditafsirkan.
Konsep dalam menganalisis pengambilan keputusan manajerial yang melibatkan resiko :
  1. Strategi, mengacu pada satu pilihan tindakan yang bisa dimabil oleh pembuat keputusan untuk meraih tujuan.
  2. State of nature, mengacu pada kondisi masa depan yang tidak bisa dikendalikan oleh manajer yang akan memiliki dampak signifikan atas tingat kesuksesan atau kegagalan suatu strategi.
  3. Payoff Matrix, tabel yang memperlihatkan hasil-hasil yang mungkin terjadi dari setiap strategi berdasarkan setiap kondisi alamiah.

Mengukur Risiko Dengan Distribusi Probabilitas

Probabilitas suatu kejadian adalah peluang atau kemungkinan suatu kejadian akan muncul.
Distribusi Probabilitas diperoleh dengan menampilkan semua kemungkinan hasil atas suatu kejadian dan probabilitasnya masing-masing.
Expected Profit dari suatu investasi adalah rata-rata tertimbang dari semua tingkat laba yang mungkin dalam berbagai kondisi perekonomian, dimana probabilitas tingkat laba digunakan sebagai bobot.

Deviasi Standar σ, mengukur tingkat dispersi hasil-hasil yang mungkin dari nilai yang diperkirakan dan digunakan sebagai ukuran resiko absolut.
Koefisien variasi ν adalah ukuran risiko relatif yang dihitung dengan membagi deviasi standar dari distrivusi dengan nilai yang diperkirakan atau rata-ratanya.

Penghindaran resiko didasarkan pada prinsip kepuasan marginal yang semakin menurun atas uang yang dicerminkan oleh kurva kepuasan total dari uang yang berbentuk cekung atau melengkung kebawah.

Salah satu metode penyesuaian perusahaan untuk menangani proyek yang berisiko adalah menggunakan tingkat diskon yang telah disesuaikan terhadap resiko.

Koefisien kesepadanan-kepastian adalah rasio dari jumlah pasti kesepadanan terhadap jumlah berisiko yang diperkirakan atau pengembalian bersih dari investasi.

Kontrak forward adalah suatu kesepakatan untuk membeli atau menjual suatu valuta asing dalam jumlah tertentu pada kurs tertentu untuk dikirimkan pada suatu tanggal di masa depan.

Kontrak Vuture adalah kontrak forward terstandardisasi untuk kuantitas valuta yang ditetapkan di muka dan yanggal kalender terpilih.


BAB 14
KEPUTUSAN INVESTASI JANGKA PANJANG : PENGANGGARAN MODAL

Penganggaran Modal (capital budgeting)
Penerapan prinsip umum bahwa perusahaan harus memproduksi output atau melakukan aktivitas hingga pendapatan marginal dari output atau aktivitas sama dengan biaya marginalnya. Atau Proses perencanaan pengeluaran yang akan menghasilkan penerimaan atau pengembalian sepanjang beberapa tahun.
Penggunaannya : Merencanakan penggantian modal, peralatan yang usang, perluasan fasilitas produksi, penetrasi ke lini produksi berbeda, merencanakan kampanye iklan, pelatihan karyawan, riset dan pengembangan, keputusan beli atau sewa, proyeksi investasi lainnya.

Kategori Klasifikasi proyek investasi :
1. Penukaran
2. Penghematan biaya
3. Ekspansi output pasar dan produk-produk tradisional
4. Ekspansi pada produk dan/atau pasar baru
5. Regulasi pemerintah

Net Cash Flow from a project, selisih antar penerimaan kas dan pengeluaran kas sepanjang usia proyek.

Pedoman umum dalam mengestimasi arus kas :
  1. Arus kas harus diukur berdasarkan inkremental, yaitu arus kas dari suatu proyek tertentu harus diukur berdasarkan selisih antara arus kas perusahaan dengan atau tanpa proyek yang bersangkutan.
  2. Arus kas harus diestimasikan berdasarkan setelah pajak, dengan menggunakan tarif pajak marginal perusahaan.
  3. Sebagai beban non kas, depresiasi mempengaaruhi arus kas perusahaan hanya melaui dampaknya atas pajak.

Methode untuk menentukan apakah perusahaan sebaiknya menerima suatu usulan proyek investasi atau tidak :
  1. Net Present Value (NPV), menghitung nilai sekarang bersih dari proyek.
  2. Internal rate of return (IRR), tingkat diskon yang akan menyamakan nilai sekarang dari arus kas bersih dengan biaya awal proyek.
Dalam kondisi two mutually exclusive, secara umum methode NPV lebih baik untuk digunakan dalam memutuskan proyek mana yang akan diambil. Dalam arti lebih baik memilih proyek dengan NPV lebih tinggi dari pada memilih proyek dengan IRR lebih tinggi.

Penjatahan Modal dan Indeks Profitabilitas

Alasan munculnya penjatahan modal.
  1. Pengembalian semua proyek yang memiliki NPV positif bisa menimbulkan ekspansi yang berlebihan sehingga menyiksa sumber daya manajerial, personalia dan sumber daya lainnya dari perusahaan.
  2. Perusahaan mungkin enggan meminjam terlalu banyak untuk mengganti dana material mengingat resiko yang akan dihadapi perusahaan jika perkonomian tiba-tiba melemah.
  3. Manjemen puncak mungkin membatasi anggaran modal untuk beragam divisinya begitu saja tanpa pertimbangan khusus.
Biaya Modal
  1. Biaya Utang adalah pengembalian yang diminta pemberi pinjaman untuk pinjaman yang mereka berikan kepada perusahaan.
  2. Biaya Modal Ekuitas adalah tingkat pengembalian yang diminta pemegang saham agar mau berinvestasi dalam perusahaan. Atau biaya dari pengumpulan modal melalaui penjualan saham.

Methode untuk mengestimasi biaya modal ekuitas :
1. Suku Bunga Bebas-Resiko Plus Premi
2. Model Penilaian Dividen
3. Model Penetapan Harga Aset Modal

Mengkaji Ulang Proyek Investasi Setelah Implementasi
Review menyangkut pembandingan arus kas dan pengembalian aktual dari proyek dengan arus kas dan pengembalian yang diperkirakan atau diramalkan, serta pencarian penjelasan atas setiap penyimpangan yang muncul.

Managerial Economics in a Global Economy by Dominick Salvatore

Dominick Salvatore
Managerial Economics in a Global Economy with Economic Applications Card
5th Edition - South Western
ISBN-10: 0324171870 ISBN-13: 9780324171877 640 Pages © 2004 Published
You can use "double click" on chapter or "right click" and then "save as" to download courses material (in PPT format)


PART I. INTRODUCTION.
Chapter 1: The Nature and Scope of Managerial Economics.
Chapter 2: Optimization Techniques and New Management Tools.

PART II. DEMAND ANALYSIS.
Chapter 3: Demand Theory.
Chapter 4: Demand Estimation.
Chapter 5: Demand Forecasting.

PART III. PRODUCTION AND COST ANALYSIS.
Chapter 6: Production Theory and Estimation.
Chapter 7: Cost Theory and Estimation.

PART IV. MARKET STRUCTURE AND PRICING PRACTICES.
Chapter 8: Market Structure: Perfect Competition, Monopoly, and Monopolistic Competition.
Chapter 9: Oligopoly and Firm Architecture.
Chapter 10: Game Theory and Strategic Behavior.
Chapter 11: Pricing Practices.

PART V. REGULATION, RISK ANALYSIS, AND CAPITAL BUDGETING.
Chapter 12: Regulation and Antitrust: The Role of Government in the Economy.
Chapter 13: Risk Analysis.
Chapter 14: Long-Run Investment Decisions: Capital Budgeting. 

Saturday, July 28, 2012

Fixed Wireles Telephone

        Apa itu FWT / Fixed Wireles Telephone merupakan Fixed Wireless Terminal yang berfungsi
sebagai telephone cost control atau penghemat pulsa telepon anda hingga 90%.
FWT  ini adalah sustu perangkat telekomunikasi yang sangat tepat guna sangat efektif dan syarat akan efisiensi biaya telepon , mempunyai 1-4 buah Slot SIMCard GSM atupun CDMA yang mana bisa diisi
SIMCard operator yang sering sekali masyarakat gunakan (Contohnya : Telkomsel, Indosat,
XL, dan AXIS/3) dan 1 buah slot line untuk PSTN atau FWT CDMA.
Kenapa bisa hemat??
Alat ini memanfaatkan situasi operator selular yang saling bersaing dalam hal tarif telepon
atau bisa disebut dengan perang tarif. Oleh karena itu, Alat ini bisa me-route-ing secara
otomatis dengan mendeteksi awalan dial nomer telepon. Contohnya : Jika kita hendak
menelepon no.0813012XXXX, maka FWT ini langsung secara otomatis
me-route-ing ke Slot SIMCard telkomsel, dan begitu seterusnya.
Keunggulan FWT Metrotel MultiRUIM:
 Telepon Luar Biasa murah ke Tujuan Manapun.
MultiRUIM, memiliki 4 buah slot SIMCard.
 Bisa dihubungkan dengan PaBX atau telepon biasa.
 Cocok untuk di rumah, pabrik, kantor, hotel,dll.
 Memiliki Fitur terlengkap.
 Lebih portable, Mudah dibawa.
 Tagihan telepon menjadi lebih murah.

Sumber : http://panamitra.webs.com

Monday, July 9, 2012

Install Share Printer Ubuntu Macet

Apabila setting share printer ubuntu 10 dengan server printer berada pada windows xp mengalami kemacetan dan muncul error seperti ini "client-error-not-possible" solusinya adalah dengan menginstall smbclient caranya terserah deh... : mau lewat synaptic atau apt-get install.



Saturday, July 7, 2012

Basic Samba Setup On Linux Mint 10

The Samba software lets you turn your Linux Mint 10 machine into a file server that can, with proper configuration, share files with Windows machines, Macs, and other Linux systems. Samba has a vast array of options and configuration settings, but this guide will show you how to setup a basic Samba installation on your Mint machine.
All Terminal commands in this walkthrough are bolded, and USERNAME stands for your username on your Linux Mint system.
First, you’ll need to install Samba. Fire up a Terminal window and use this command:
sudo apt-get install samba
Follow the default prompts to install Samba. Now, Samba uses a separate set of passwords than the standard Linux system accounts (stored in /etc/samba/smbpasswd), so you’ll need to create a Samba password for yourself with this command:
sudo smbpasswd -a USERNAME
(USERNAME, of course, is your actual username.)
Type a suitably strong password (make sure it includes uppercase, lowercase, punctuation, and numbers). Once your password is created, the next step is to edit your /etc/samba/smb.conf file, the configuration file for Samba. Begin by creating a folder named ‘test’ on your home folder; we’ll use that for our test shared folder (you can create other shared folders using the same method):
mkdir /home/USERNAME/test
(NOTE: DO NOT use sudo to create the folder, because then the owning user and group will be set as ‘root’, which means you won’t be able to access the folder using your Samba username and password.)
Next, make a safe backup copy of the original smb.conf file to your home folder, in case you make an error:
sudo cp /etc/samba/smb.conf ~
Now use your text editor of choice to edit smb.conf:
sudo gedit /etc/samba/smb.conf
Once smb.conf has loaded, add this to the very end of the file:
[test]
path = /home/USERNAME/test
available = yes
valid users = USERNAME
read only = no
browsable = yes
public = yes
writable = yes

(There should be no spaces between the lines, and note also that there should be a single space both before and after each of the equal signs.)
These settings will share the test folder we created earlier, and give your username and your username alone permission to read and write to the folder. Once you have input the changes, save smb.conf, exit the text editor, and restart Samba with this command:
sudo restart smbd

Once Samba has restarted, use this command to check your smb.conf for any syntax errors:
sudo testparm
If you pass the testparm command, Samba should be working; try accessing the shared folder from another computer on your LAN.

sumber : http://www.jonathanmoeller.com

Thursday, July 5, 2012

Mengatur Ubuntu 11.10 Menjadi Access Point

Setelah sebelumnya saya mencoba mengubah ponsel Android menjadi titik akses bergerak (Mobile Access Point), berikutnya saya mencoba mengubah laptop Acer Aspire 4752G yang terpasang Kubuntu 11.10 menjadi sebuah titik akses nirkabel. Ceritanya saya ingin membagi-pakaikan koneksi internet yang menggunakan modem 3G ke wireless. Selanjutnya ponsel Android akan menggunakan koneksi internet tersebut. Kalau saya tidak salah istilah kerennya adalah laptop tethering. Koreksi ya kalau salah… :)

Sebagai informasi, Acer Aspire 4752G saya menggunakan adapter wireless Atheros Communications Inc. AR9287 Wireless Network Adapter dengan driver IEEE 802.11 dan diasosiasikan dengan antarmuka (interface) devais wlan0. Berikut adalah langkah-langkah yang saya lakukan.
Ubah berkas /etc/sysctl.conf untuk mengaktifkan bagi-pakai koneksi internet. Hilangkan komentar pada baris.
net.ipv4.ip_forward=1
Selanjutnya pasang paket hostapd dan dnsmasq.
$ sudo apt-get install hostapd dnsmasq
Ubah konfigurasi /etc/default/hostapd. Masukkan nilai-nilai berikut.
RUN_DAEMON="yes"
DAEMON_CONF="/etc/hostapd.conf"

Buat berkas /etc/hostapd.conf. Masukkan nilai-nilai berikut.
interface=wlan0
channel=3
driver=nl80211
ssid=custom_ssid
hw_mode=g
auth_algs=1
wpa=2
wpa_passphrase=secret_key
wpa_pairwise=TKIP

Silakan ubah nilai untuk interface sesuai antarmuka devais yang digunakan, berikut nilai ssid dengan nama ssid yang diinginkan serta nilai wpa_passphrase dengan kata sandi yang diinginkan.
Setelah itu ubah nilai /etc/default/dnsmasq.
Hilangkan tanda komentar pada.
DNSMASQ_OPTS="--conf-file=/etc/dnsmasq.alt"
Dan berikan tanda komentar pada.
#CONFIG_DIR=/etc/dnsmasq.d,.dpkg-dist,.dpkg-old,.dpkg-new
Buat berkas /etc/dnsmasq.alt dan masukkan nilai berikut.
interface=wlan0
dhcp-range=192.168.11.11,192.168.11.100,12h

Jangan lupa sesuaikan nilai interface dengan antarmuka devais yang digunakan dan nilai untuk dhcp-range dengan nilai yang diinginkan.
Berikutnya atur alamat ip untuk perangkat antar muka devais yang digunakan. Saya mengubahnya secara temporer menggunakan perintah ifconfig.
$ sudo ifconfig wlan0 192.168.11.1
Saya mengubahnya secara temporer karena kadang-kadang saya menggunakannya untuk berinternet juga selain menggunakan modem. Bila ingin mengubah secara permanen, bisa mengubah berkas /etc/network/interfaces. Contohnya sebagai berikut.
auto lo
iface lo inet loopback
auto wlan0
iface wlan0 inet static
address 192.168.11.1
netmask 255.255.255.0

Bila mengubah alamat IP melalui berkas /etc/network/interfaces, jangan lupa muat-ulang layanan networking.
$ sudo /etc/init.d/networking restart
Berikutnya muat-ulang layanan hostapd.
$ sudo /etc/init.d/hostapd restart
Sekarang cobalah untuk memindai titik akses nirkabel menggunakan perangkat nirkabel lain. Kemudian kaitkan koneksi. Bila sudah berhasil dengan tanda perangkat nirkabel bisa membaca ssid, mengaitkan koneksi dan mendapatkan alamat IP secara otomatis, selanjutnya yang perlu dilakukan tinggal membagi-pakaikan koneksi internet dari laptop ke perangkat nirkabel lainnya.
$ sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE -o ppp0 -s 192.168.11.0/24
Sesuaikan parameter -o dengan antarmuka devais yang mendapatkan koneksi internet secara langsung. Pada contoh di atas ppp0 adalah antarmuka devais untuk modem 3G.
Selamat mencoba.

sumber : http://sutriadi.wordpress.com/