Thursday 05 2022

Cara Memindahkan WordPress Dari Localhost Ke Hosting Cpanel

Memindahkan wordpress dari localhost bisa dikatakan migrasi wordpress dari offline ke online, karena wordpress yang terinstal di localhost dan dapat diakses tanpa internet. Pada artikel lain pernah saya bahas bagaimana cara instal wordpress di localhost atau XAMPP, Anda bisa cara artikel di tautan ini.

Disini kami akan membantu bagaimana caranya untuk mengaplikasikannya, akan kami bimbing tahap demi tahap. Pastikan Anda sudah mempunyai domain dan hosting yang siap untuk menampung database. Pada tutorial ini saya menggunakan nama “Almun” sebagai database dan nama web di localhost dan akan kami migrasikan ke http://almun.kurkid.club

1. Masuk ke phpmyadmin di localhost

Buka terlebih dahulu aplikasi XAMPP dan aktifkan apache dan MYSQL, kemudian akses localhost/phpmyadmin di adress bar browser Anda.

2. Pilih database yang ingin diupload

Database ini berisikan database wordpress yang akan dijadikan online, jika bingung bisa Anda buka wp-config.php nanti akan ada beriskan kode dan nama databasenya, seperti contoh dibawah ini.



Jika sudah tau, selajutnya pilih database di localhost

3. Replace link di wp_posts dengan link domain tujuan

Pada contoh ini wordpress offline semua link berawalan http://localhost/almun/blablabla, nanti link itu akan dirubah ke http://almun.kurkid.club supaya tidak bertabrakan atau terjadi error pada link setelah di migrasikan.



Caranya hanya menambahkan kode replace guid di wp_posts dengan kode berikut :
UPDATE wp_posts SET guid = REPLACE(guid, 'http://localhost/almun', 'http://almun.kurkid.club')

Letakan pada kolom table SQL, terlebih dahulu klik menu SQL nanti akan muncul kolom, kolom itu disini dengan kode diatas, kemudian klik tombol KIRIM untuk menyimpan (ada dibawah).



Pada gambar diatas tepatnya dikode yang bergaris merah, Anda rubah sesuai domain asal (dilocalhost) dan web tujuan. Selanjutnya klik KIRIM untuk menyimpan.

4. Replace link siteurl dan home

Langkah selanjutnya, buka table wp_options untuk merubah siteurl dan home, caranya buka wp_options > ubah > Kirim (hanya pada siteurl dan home saja) ganti dengan nama domain Anda. lihat gambar dibawah.



sehingga hasilnya seperti gambar dibawah ini :



5. Eksport database

Sekarang Anda perlu mengeksport database, caranya klik pada nama database kemudian klik Eksport (ada diatas) kemudian klik Kirim.



6. Buat akun database di cpanel hosting

Buka akun cpanel hosting Anda, kemudian buat database melalui menu Database MySQL.



Isi dengan nama database Anda, boleh bebas dan mudah diingat. Langkah selanjutnya membuat akun pengguna database. Lihat gambar berikut



Nama pengguna boleh sama dengan nama database, untuk kata sandi harus kuat minimal 65. Selanjutnya klik tombol Buat Pengguna. Jika sudah Anda kembali lagi ke halaman barusan.

Langkah selanjutnya menambahkan pengguna ke database. Pilih pengguna dan nama databse tujuan kemudian klik Tambah dan beri centang pada semua hak selanjutnya klik Buat perubahan.





7. Import database ke phpmyadmin

Sekarang upload / import database dari localhost tadi ke cpanel, melalui phpmyadmin. Kembali ke halaman utama cpanel, klik Phpmyadmin.

Klik pada nama database yang barusan Anda buat, lalu klik Import, upload file .sql lewat choose file. kemudian klik Kirim.

8. Upload file website ke file manager cpanel.

Kembali ke halaman dasbor cpanel, pilih Pengelola file / fie manager. Caranya, pilih file wordpress pada htdocs, Anda kompres menjadi .zip

Jika sudah di .zip, Anda upload ke file manager, pilih folder public_html kemudian klik unggah (ada diatas). Setelah berhasil terunggah, klik ekstrak untuk mengekuarkan file dari .zip,

9. Edit wp-config.php

Nama database serta penggunanya ada dibagian ini, Anda perlu mengeditnya sesuai nama database, pengguna, dan password yang tadi Anda buat seperti pada langkah ke – 6 diatas. caranya klik kanan pada mouse dengan mengarahkan ke wp-config.php kemudian pilih Edit.



Yang perlu Anda edit pada kode seperti bawah ini.

// ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'namadatabase');
** MySQL database username */
define('DB_USER', 'penggunadatabase');
/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'passworddatabase');

Keterangan.

  • Pada DB_NAME anda isi dengan nama database
  • DB-USER diisi dengan nama pengguna database
  • DB_PASSWORD diisi dengan password database.

Jika sudah dirubah, klik simpan perubahan. dan tutup.

10. Edit pula pada .htaccess

Arahkan kursor pada file .htaccess klik kanan pilih edit, jika file .htaccess tidak ada, pergilan ke pengaturan (ada diatas kanan) centang pada “tampilkan file tersembunyi”, kemudian klik save/simpan.


Cara Memindahkan WordPress

Pada gambar diatas ada arah panah menuju kata almun itu nama pada wordpress di localhost tadi, Anda harus membuangnya supaya tidak terjadi kesalahan pada akses wordpress Anda yang dimigrasi, sehingga kodenya menjadi.

# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase //
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /almun/index.php [L],
</IfModule>

# END WordPress
Selanjutnya klik simpan perubahan.

Friday 18 2021

Multiphp pada Ubuntu

 

PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat populer dalam dunia web development. Banyak sekali kita jumpai lowongan pekerjaan atau pun projek-projek yang dibangun dengan bahasa pemrograman ini. Bahkan tidak jarang projek yang kita tangani ternyata masih menggunakan PHP versi jaman behula. Sehingga membuat kita yang sudah move on ke PHP versi terbaru jadi kerepotan.

Oke, dari pada kita pusing setiap kali nemu source code php jaman behula, mending kita install aja semuanya secara bersamaan di Ubuntu kita.

Saya akan coba jelaskan bagaimana caranya menginstall lebih dari satu versi PHP di Ubuntu 19.04 secara bersamaan mulai dari PHP versi 5.6, 7.0, 7.1, 7.2 hingga 7.3.

NB: silakan tutorial ini dicoba untuk versi Ubuntu yang lain atau turunan distro Ubuntu, insyaallah tetep working.

PHP Yang Ada di Repositori Resmi Ubuntu Adalah Versi 7.*

Yang perlu diketahui adalah: versi php yang berada pada repositori resmi Ubuntu adalah versi 7 titik sekian. Dan pada saat artikel ini ditulis, versi tersebut adalah versi 7.2. Sehingga ketika kita menjalankan perintah sudo apt install php tanpa menambahkan ppa apa pun, maka kita akan menginstall versi 7.2 seperti pada screenshot di bawah:

Lalu bagaimana jika kita ingin memasang versi yang lain dari PHP secara bersamaan? Jawabannya adalah dengan cara menambahkan ppa pihak ketika dari ondrej/php.

Tambahkan PPA ondrej/php

Untuk menambahkan ppa ondrej/php kita bisa menjalankan perintah di bawah ini:

sudo apt install python-software-properties
sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php

Lalu tekan ENTER sampai proses penambahan repositori selesai.

Setelah itu update repositori kita dengan menjalankan perintah berikut:

sudo apt update

Install PHP Berbagai Versi

Setelah itu kita akan menginstall PHP berbagai versi. Secara umum perintahnya sama, hanya saja postfix versinya saja yang berbeda-beda.

Untuk Pengguna Apache Bagi pengguna web server apache, cukup dengan mengistall package php saja sebagai berikut:

sudo apt install php5.6
sudo apt install php7.0
sudo apt install php7.1
sudo apt install php7.2
sudo apt install php7.3

Atau biar lebih cepat bisa dijadikan satu baris:

sudo apt install php5.6 php7.0 php7.1 php7.2  php7.3

Untuk Pengguna Nginx Sedangkan bagi pengguna Nginx biasanya selain menginstall package dasar php, kita juga menginstall php-fpm sebagai eksekutor script php yang datang dari request http yang ditangkap oleh nginx.

Perintahnya seperti berikut:

sudo apt install php5.6-fpm
sudo apt install php7.0-fpm
sudo apt install php7.1-fpm
sudo apt install php7.2-fpm
sudo apt install php7.3-fpm

Atau kalau mau dijadikan satu baris bisa seperti berikut:

sudo apt install php5.6-fpm php7.0-fpm php7.1-fpm php7.2-fpm  php7.3-fpm

Install PHP Module Untuk Setiap Versi

Untuk menginstall module php untuk setiap versi, kita bisa melakukannya dengan menuliskan perintah:

sudo apt install phpx.x-[nama-module]

Anda tinggal mengganti x.x dengan versi php yang anda inginkan, lalu mengganti [nama-module] dengan nama module yang anda inginkan.

Misalkan kita ingin menginstall module mbstring untuk PHP versi 7.0, kita bisa melakukannya dengan perintah:

sudo apt install php7.0-mbstring

Oiya, anda juga bisa menekan tombol tab dua kali untuk mengetahui list apa saja module php yang bisa kita install. Seperti dalam ilustrasi berikut:

Mengubah PHP Default Pada Ubuntu

Kita bisa menjalankan setiap versi php yang kita install dengan memanggil perintah tersebut secara langsung. Misal kita ingin mengeksekusi menjalankan small server dengan php 5.6 maka kita hanya perlu mengeksekusi perintah:

php5.6 -S localhost:8000

Begitu pula misal jika kita ingin menjalankan small server dengan php versi 7.1:

php7.1 -S localhost:8000

Tapi pertanyaannya, kalau kita hanya memanggil dengan perintah php secara umum, maka versi mana yang akan dieksekusi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita bisa menjalankan perintah php -v.

Pada kasus saya, default php yang terpasang adalah versi 7.3.

Kita bisa mengganti versi default php menjadi versi yang kita inginkan dengan perintah-perintah berikut ini:

Menjadikan PHP 5.6 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php5.6

Menjadikan PHP 7.0 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.0

Menjadikan PHP 7.1 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.1

Menjadikan PHP 7.2 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.2

Menjadikan PHP 7.3 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.3

Penutup

Nah, ternyata cara menggunakan berbagai macam versi PHP secara sekaligus di Ubuntu tidak terlalu sulit. Bahkan bisa dibilang mudah. Tidak heran jika memang Ubuntu termasuk distro yang populer untuk dijadikan web server. Sekarang anda bisa lebih fokus untuk mengerjakan projek-projek yang anda tangani tanpa harus bongkar pasang php di Ubuntu anda.

Terima kasih, semoga bermanfaat :)

Silakan tinggalkan komentar jika ada yang ditanyakan.

 

Sumber asli : https://jagongoding.com/linux/ubuntu/cara-install-lebih-dari-satu-versi-php-di-ubuntu-1904/

Saturday 22 2021

Semoga Dijauhkan Dari Sifat Seperti Ini

 ”Kalian pasti akan bertemu dengan orang-orang yang paling Allah benci, yaitu mereka yang bermuka dua. Di satu kesempatan, mereka memperlihatkan satu sisi muka, namun di kala yang lain, mereka memperlihatkan muka yang lain pula.” (HR. Bukhari-Muslim)


Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat penjilat yang sering kali bermuka dua, dapat mengatakan hal yang bertolak belakang, tergantung di hadapan siapa dia berbicara. Tujuan para penjilat sudah jelas hanyalah untuk kepentingan dirinya saja, agar orang lain terutama yang berada di atasnya memandang baik pada dirinya.


Sahabat, sesungguhnya orang yang beriman pada Allah tak mungkin memiliki karakter seorang penjilat, hal ini adalah sebuah kepastian:


“Menjilat bukanlah termasuk karakteristik moral seorang mukmin.” (Kanzul Ummat, hadits 29364)


Meskipun sebagian besar manusia di muka bumi memiliki sifat suka menjilat dan bermuka dua, bahkan dihormati oleh banyak orang karena sifat tersebut, seorang mukmin tetap takkan meninggalkan prinsip kejujuran dan kebenaran.


“Ketika hari pengadilan makin dekat … orang-orang yang paling dihormati pada zaman itu adalah para penjilat dan orang-orang yang suka mencari muka.”

(HR. Bukhari Muslim)


Lalu bagaimanakah cara menghindari sifat suka menjilat dan mencari muka? Berikut ini beberapa cara di antaranya yang bisa kita praktekkan:


1. Menghindari memuji seseorang secara berlebihan


Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, ”Memuji lebih dari yang seharusnya adalah penjilatan.” (Nahjul Balaghah, hikmah 347)


Seorang penjilat biasanya memuji sesuatu secara berlebihan dengan tujuan mendapat perhatian. Ia akan memuji orang-orang kaya, orang-orang berkuasa, orang-orang berilmu, agar mendapat keuntungan dari mereka.


Maka kita perlu menghindari pujian berlebihan terhadap apapun. Karena sesungguhnya segala puji hanyalah bagi Allah.


2. Banyak menghidupkan hati dengan berdzikir pada Allah di kala sendiri dan menjauhi sifat pamer/riya’


”Sesungguhnya orang-orang Munafik itu Menipu Allah, dan Allah akan membalas Tipuan Mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa’: 142)


Seorang penjilat dimasukkan dalam kategori orang munafik, mereka hanya bersemangat beribadah di hadapan orang lain, sedangkan ketika sendirian akan sangat sedikit mengingat dan menyebut Allah.


Maka, selisihilah para penjilat dengan cara menambah semangat beribadah justru di saat sendirian dan tak ada seorang pun yang mengetahui.


3. Tidak meminta jabatan atau kedudukan pada manusia


“Janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah, dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (HR. Bukhari)


Jelas bahwa seorang penjilat suka meminta suatu keuntungan bagi dirinya sendiri, misalnya jabatan, harta, dan lainnya.


4. Meminimalisir ambisi terhadap harta dan kekuasaan


“Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah gerombolan kambing lebih merusak daripada rusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi.” (HR. at-Tirmidzi no. 2482, disahihkan asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad, 2/178)


Na’udzubillah. Ambisi terhadap harta benda dan kekuasaan bisa amat merusak, bahkan dapat merusak agama seseorang, yang berarti ia rela meninggalkan nilai-nilai agama hanya untuk mengejar ambisi duniawinya.


5. Jangan merasa takut pada manusia


Sahabat, takut pada manusia adalah salah satu ciri yang dimiliki seorang penjilat. Ia khawatir jika kehilangan jabatan, maka ia takut menyelisihi atasannya, jadilah ia seorang yang ABS (Asal Bos Senang). Ia khawatir akan tersisih dari pergaulan jika menampakkan simbol keagamaan, maka ia pun menanggalkan pakaian taqwanya.


“Maka janganlah kalian takut kepada manusia, tapi takutlah kepada-Ku. Dan jangan pula kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (al-Ma’idah: 44)


6. Integritas antara yang diucapkan dengan yang dikerjakan


Seorang penjilat biasanya tak peduli apakah perkataan dan perbuatannya selaras atau jauh berbeda. Maka jauhilah sifat seperti ini, lihatlah apakah ucapan dan perilaku kita sudah sesuai.


“Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.” (HR. Ath-Thabrani)


7. Tidak menggunakan dalil agama untuk menyokong kepentingan pribadi


Orang dengan sifat munafik dan suka menjilat bisa memutar-mutar ayat dan hadits serta nilai agama dengan lidahnya untuk kepentingan pribadi. Mereka bisa melakukan berbagai pencitraan agar manusia terkecoh menyangkanya bersahaja, beriman pada Allah, padahal hati mereka tidak demikian.


“Pada Akhir Zaman akan muncul orang-orang yang tidak segan-segan menggunakan agama demi tujuan-tujuan duniawi dan mengenakan shuf (pakaian dari bahan bulu domba) di depan umum untuk memperlihatkan kesahajaan. Lidah mereka lebih manis daripada gula, tetapi hati mereka adalah hati serigala.” (HR. Tirmizi)


8. Berani mengatakan hal yang benar sekalipun di hadapan penguasa zhalim


“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zhalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Seorang penjilat tak mungkin berani mengatakan kebenaran di hadapan penguasa zhalim terutama jika kebenaran tersebut bisa menyeretnya menjauh dari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka, beranilah memegang prinsip dan mengatakan kebenaran walau pahit!


Sahabat, mudah-mudahan kita terhindar dari sifat munafik, penjilat, serta bermuka dua, seumur hidup kita. Aamiin. (SH)



Sumber : https://tabungwakaf.com/jauhi-sifat-penjilat/

Friday 21 2021

3 TA

 REPUBLIKA.CO.ID. Oleh Samson Rahman


Ada tiga penghancur paling ampuh yang membuat manusia tak berdaya dan membuatnya tersungkur dalam kehinaan baik di dunia , di mata manusia, dan di akhirat, di sisi Allah. Ketiga hal itu adalah harta, tahta dan wanita.


Rasulullah saw senantiasa mengingatkan dan berwasiat kepada umatnya agar senantiasa mawas diri terhadap godaan menggiurkan tiga penghancur sendi sendi iman itu.


Dalam sebuah sabdanya mengenai keharusan kita waspada terhadap pesona dunia dan goda rayu wanita, Rasulullah saw berujar, ''Hati-hatilah kalian dari pesona dunia dan hati-hatilah dari goda rayu wanita. (HR. Ad-Dailami).


Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah saw berujar, ''Janganlah seorang lelaki berdua-duaan dengan wanita (bukan mahram) karena sesungguhnya syetan akan menjadi orang ketiga.'' (HR. Thabrani).


Rasulullah saw mewasiatkan umatnya tidak kemaruk dunia dan hendaklah berlaku zuhud terhadapnya. Jangan tamak jangan rakus. Sebab kecintaan pada dunia tidak akan ada batasnya.


Manusia tamak dan rakus dunia tidak akan pernah mencapai puncak bahagia karena dia terus memburunya dengan ruhani yang terengah engah.


Rasulullah bersabda, ''Zuhudlah pada dunia, Allah pasti akan mencintaimu dan zuhudlah (tidak berkeinginan) pada apa yang ada di tangan manusia, pasti manusia mencintaimu. (HR. Ibnu Majah).


Semakin banyak manusia yang mencinta dunia, gambaran kiamat semakin dekat. Dan manusia semakin jauh dari Allah. Mereka berlomba membidik dunia namun semakin menjaga jarak dari Allah.


Rasulullah saw bersabda, ''Hari kiamat semakin dekat. Dan tidaklah manusia kecuali semakin tamak pada dunia dan kepada Allah semakin jauh.'' (HR. Hakim).


Dunia itu indah dan sedap namun beracun sehingga banyak manusia yang tertipu oleh cita rasanya. Mereka yang tak memiliki filter ruhani yang baik akan semakin terangsang untuk senantiasa menikmatinya.


Hingga akhirnya dia tersedak. Daya tahan ruhaninya menjadi lumpuh dan tumpul. Kepekaan batinnya lemah.




''Dinar dan dirham telah membinasakah orang-orang yang datang sebelum kalian, dia juga akan membinasakan kalian.'' (HR. Thabrani dan Baihaqi), demikian sabda Sang Nabi.


Kekuasan juga sering kali menjadikan manusia terpuruk. Tatkala kekuasan dan tahta itu dianggap sebagai kesempatan untuk berbangga diri, untuk memperkaya diri, dan untuk dinikmati.


Padahal kekuasan hendaknya diperlakukan sebagai amanah yang tidak ada khianat di dalamnya. Mereka yang dianggap lembek dan lemah untuk memegang amanah ini jangan coba-coba masuk ke dalamnya, sebab dia akan terjungkal dan akan merana.


Rasulullah saw pernah memperingatkan sahabat utama Abu Dzar dengan berkata, ''Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah dan sesungguhnya dia (kekuasaan itu) adalah amanah dan di hari kiamat akan menjadi siksa dan sesal kecuali yang mengambil sesuai haknya dan melaksanakan apa seharusnya dilaksanakan. (HR. Muslim).


Kesungguhan dalam menjalankan kekuasan inilah yang oleh Rasulullah dituntut dari umatnya yang diberi amanah kekuasaan. Sebagaimana sabdanya: ''Tidaklah ada seorang pemimpin yang mengurusi urusan kaum muslimin namun kemudian tidak bersungguh-sungguh dan tidak memberikan nasehat kecuali dia tidak akan masuk surga bersama mereka.'' (rakyatnya) (HR. Muslim).


Semoga kita terhindar dari godaan genit tahta, harta dan wanita di sebuah zaman yang mulai menggila.

Wednesday 19 2021

Rukiah Syariah

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa rukiah diperbolehkan dilakukan untuk diri sendiri, keluarga, rumah hingga tempat kerja atau tempat usaha. 

"Rukiah syariah itu diperbolehkan. Yakni dengan membaca ayat dasar, ada 6 ayat dasar rukiah yakni Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, An-Nas dan Al-Falaq," tutur Ustaz Khalid dalam video yang diunggah Atap Langit berjudul "Cara meruqyah diri, keluarga, rumah, kantor dll".

Setiap kali membacakan surat dan ayat rukiah tersebut tiupkan ke telapan tangan lalu usap dari kepala ke kaki. "Usapkan dengan niat melindungi diri, mengusir gangguan sihir, setan dan jin, memusnahkan buhul," tuturnya.

Jika ada gangguan sihir, biasanya akan ada reaksi saat mengusapkan tangan ke tubuh yang dirukiah. "Follow up terus di bagian yang bereaksi itu minimal 2 minggu. Jangan tergantung pada perukiah karena bisa dilakukans sendiri," kata Ustaz Khalid.

Dengan media air juga rukiah bisa dilakukan yakni dengan menggunakan daun bidara yang dihaluskan lalu dicampurkan ke air. "Ambil 7 lembar daun bidara lalu diblender, dibacakan dengan ayat rukiah yang tadi ludahi dengan ludah kecil saya lalu minumkan. Rutinkan," jelasnya.

Atau juga bisa dengan memasukkan ke air yang akan dipakai mandi. Lalu ambil satu gayung air campuran bidara tersebut kemudian usap atau gosokkan ke tubuh.

"Kalau terasa ada yang tidak enak, biasanya itu ada kena sihir. Biasany cirinya perut enggak enak, leher sakit dan kaki berat. Jalankan 2 minggu," jelas Ustaz Khalid.

Untuk merukiah rumah atau tempat usaha juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan air campuran bidara ke sekeliling rumah sambil membacakan ayat rukiah.

"Hilangkan buhul-buhul, seperti apa buhul itu, tulisan-tulisan atau kertas yang ditempelkan yang dikasih orang tidak pintar yang kadang berkedok kiai," tutupnya.


Monday 27 2017

How To Set Up mod_rewrite for Apache on Ubuntu 14.04

Introduction

In this tutorial, we will activate and learn how to manage URL rewrites using Apache2's mod_rewrite module. This tool allows us to rewrite URLs in a cleaner fashion, translating human-readable paths into code-friendly query strings.
This guide is split into two halves: the first sets up a sample web application and the second explains commonly-used rewrite rules.

Prerequisites

To follow this tutorial, you will need:
  • One fresh Ubuntu 14.04 Droplet
  • A sudo non-root user, which you can set up by following steps 2 and 3 of this tutorial

Step 1 — Installing Apache

In this step, we will use a built-in package installer called apt-get. It simplifies management drastically and facilitates a clean installation.
First, update the system's package index. This will ensure that old or outdated packages do not interfere with the installation.
  • sudo apt-get update
Apache2 is the aforementioned HTTP server and the world's most commonly used. To install it, run the following:
  • sudo apt-get install apache2
For information on the differences between Nginx and Apache2, the two most popular open-source web servers, see this article.

Step 2 — Enabling mod_rewrite

Now, we need to activate mod_rewrite.
  • sudo a2enmod rewrite
This will activate the module or alert you that the module is already in effect. To put these changes into effect, restart Apache.
  • sudo service apache2 restart

Step 3 — Setting Up .htaccess

In this section, we will setup a .htaccess file for simpler rewrite rule management.
A .htaccess file allows us to modify our rewrite rules without accessing server configuration files. For this reason, .htaccess is critical to your web application's security. The period that precedes the filename ensures that the file is hidden.
We will need to set up and secure a few more settings before we can begin.
First, allow changes in the .htaccess file. Open the default Apache configuration file using nano or your favorite text editor.
  • sudo nano /etc/apache2/sites-enabled/000-default.conf
Inside that file, you will find the <VirtualHost *:80> block on line 1. Inside of that block, add the following block:
/etc/apache2/sites-available/default
<Directory /var/www/html> Options Indexes FollowSymLinks MultiViews AllowOverride All Order allow,deny allow from all </Directory>
Your file should now match the following. Make sure that all blocks are properly indented.
/etc/apache2/sites-available/default
<VirtualHost *:80> <Directory /var/www/html> . . . </Directory> . . . </VirtualHost>
To put these changes into effect, restart Apache.
  • sudo service apache2 restart
Now, create the .htaccess file.
  • sudo nano /var/www/html/.htaccess
Add this first line at the top of the new file to activate the RewriteEngine.
/var/www/html/.htaccess
RewriteEngine on
Save and exit the file.
To ensure that other users may only read your .htaccess, run the following command to update permissions.
  • sudo chmod 644 /var/www/html/.htaccess
You now have an operational .htaccess file, to govern your web application's routing rules.

Step 4 — Setting Up Files

In this section, we will set up a basic URL rewrite, which converts pretty URLs into actual paths to code. Specifically, we will allow users to access example.com/about.
We will begin by creating a file named about.html.
  • sudo nano /var/www/html/about.html
Copy the following code into the HTML page.
/var/www/html/about.html
<html> <head> <title>About Us</title> </head> <body> <h1>About Us</h1> </body> </html>
You may access your web application at your_server_ip/about.html or example.com/about.html. Now notice that only about.html is accessible; if you try to access your_server_ip/about, you will get a Not Found error. We would like users to access about instead. Our rewrite rules will allow this very functionality.
Open up the .htaccess file.
  • sudo nano /var/www/html/.htaccess
After the first line, add the following.
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^about$ about.html [NC]
Your file should now be identical to the following.
/var/www/html/.htaccess
RewriteEngine on RewriteRule ^about$ about.html [NC]
Congratulations. You can now access example.com/about in your browser!
This is a good simple example that shows the general syntax that all Rewrite Rules follow.
^about$ is the string that gets matched from the URL. That is, it's what the viewer types in her browser. Our example uses a few metacharacters.
  • ^ indicates the start of the URL, after example.com/ is stripped away.
  • $ indicates the end of the URL
  • about matches the string "about"
about.html is the actual path that the user accesses; that is, Apache will still serve the about.html file.
[NC] is a flag that ignores capitalization in the URL.
With the rule shown above, the following URLs will point to about.html:
  • example.com/about
  • example.com/About
  • example.com/about.html
The following will not:
  • example.com/about/
  • example.com/contact

Common Patterns

In this section, we will show some commonly-used directives.
Your web application is now running and is governed by a protected .htaccess file. The simplest example was included above. We will explore an additional two examples in this section.
You can set up example files at the result paths if you would like, but this tutorial does not include creating the HTML and PHP files; just the rules for rewriting.

Example 1: Simplifying Query Strings with RewriteRule

All RewriteRules abide by the following format:
RewriteRule pattern substitution [flags]
  • RewriteRule: specifies the directive RewriteRule
  • pattern: a regular expression that matches the desired string
  • substitution: path to the actual URL
  • flags: optional parameters that can modify the rule
Web applications often make use of query strings, which are appended to a URL using the ? question mark and delimited using the & ampersand. These are ignored when matching rewrite rules. However, sometimes query strings may be required for passing data between pages. For example, a search result page written in PHP may utilize something akin to the following:
http://example.com/results.php?item=shirt&season=summer
In this example, we would like to simplify this to become:
http://example.com/shirt/summer
Example 1A: Simple Replacement
Using a rewrite rule, we could use the following:
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^shirt/summer$ results.php?item=shirt&season=summer
The above is fairly self-explanatory, as it actually maps shirt/summer to results.php?item=shirt&season=summer. This achieves our desired effect.
Example 1B: Matching Options
However, we would like to generalize this to include all seasons. So, we will do the following:
  • Specify a series of options using the | boolean, meaning "OR"
  • Group the match using (), then reference the group using $1, with 1 for the first matched group
The Rewrite Rule now becomes:
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^shirt/(summer|winter|fall|spring) results.php?item=shirt&season=$1
The rule shown above matches a URL of shirt/ followed by a specified season. That season is grouped using () and then referenced with the $1 in the subsequent path. This means that, for example, that:
http://example.com/shirt/winter
becomes:
http://example.com/results.php?item=shirt&season=winter
This also achieves the desired effect.
Example 1C: Matching Character Sets
However, we would also like to specify any type of item, not just URLs at /shirt. So, we will do the following:
  • Write a regular expression that matches all alphanumeric characters. The bracket expression [] matches any character inside of it, and the + matches any number of characters specified in the brackets
  • Group the match, and reference it with $2 as the second variable in the file
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^([A-Za-z0-9]+)/(summer|winter|fall|spring) results.php?item=$1&season=$2
The above will convert, for example:
http://example.com/pants/summer
to:
http://example.com/results.php?item=pants&season=summer
Example 1D: Passing Query Strings
This section doesn't introduce any new concepts but addresses an issue that may come up. Using the above example, say we would like to redirect http://example.com/pants/summer but will pass an additional query string ?page=2. We would like the following:
http://example.com/pants/summer?page=2
to map to:
http://example.com/results.php?item=pants&season=summer&page=2
If you were to attempt to access the above URL with our current settings, you would find that the query string page=2 got lost. This is easily fixed using an additional QSA flag. Modify the rewrite rule to match the following, and the desired behavior will be achieved.
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^([A-Za-z0-9]+)/(summer|winter|fall|spring) results.php?item=$1&season=$2 [QSA]

Example 2: Adding Conditions with Logic

RewriteCond lets us add conditions to our rewrite rules. All RewriteConds abide by the following format:
RewriteCond TestString Condition [Flags]
  • RewriteCond: specifies the RewriteCond directive
  • TestString: the string to test against
  • Condition: the pattern to match
  • Flags: optional parameters that may modify the condition
If a RewriteCond evaluates to true, the RewriteRule immediately following will be considered.
Example 2A: Default Page
In an imaginary administration panel, we may want to direct all malformed URLs back to the home page, instead of greeting users with a 404. Using a condition, we can check to see if the requested file exists.
/var/www/html/.htaccess
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteRule ^admin/(.*)$ /admin/home
This will redirect something like /admin/blargh to /admin/home.
With the above:
  • %{REQUEST_FILENAME} is the string to check
  • !-f uses the ! not operator on the filename
  • RewriteRule redirects all requests back to /admin/home
Note that a more syntactically and technically correct approach would be to define the 404 ErrorDocument.
/var/www/html/.htaccess
ErrorDocument 404 /error.html
Example 2B: IP Access Restriction
Although this can also achieved using other methods, a RewriteCond can be used to restrict access to one IP or a collection of IP addresses.
This example blocks traffic from everywhere except 12.34.56.789.
/var/www/html/.htaccess
RewriteCond %{REMOTE_ADDR} !^(12\.34\.56\.789)$ RewriteRule (.*) - [F,L]
This example is simply the negation of Example 3 from the old mod_rewrite article. The entire statement reads "if the address is not 12.34.56.789, do not allow access."
In short:
  • %{REMOTE_ADDR} is the address string
  • !^(12\.34\.56\.789)$ escapes all . periods with a \ backslash and negates the IP address using !
  • The F flag forbids access, and the L flag indicates that this is the last rule to run, if executed
If you'd rather block 12.34.56.789, use this instead:
/var/www/html/.htaccess
RewriteCond %{REMOTE_ADDR} ^(12\.34\.56\.789)$ RewriteRule (.*) - [F,L]
You can find more rewrite rules, and how to prevent hot linking, in the original article's part 1 and part 2.

Conclusion

mod_rewrite can be used effectively to ensure human-readable URLs. The .htaccess file itself has many more uses than simply this module, however, and it should be noted that many other Apache modules may be installed to extend its functionality.
There are other resources that detail the capabilities of mod_rewrite:
mod_rewrite is a critical module for web application security, but can sometimes end up in redirect loops or ubiquitous, ambiguous 500 forbidden errors. For tips on debugging .htaccess, see this StackOverflow post.
Rewrite rules are written with regular expressions. To become an expert, reference this tutorial all about regular expressions.
For quick analysis of your regular expression patterns, here is an online debugger that can provide immediate feedback and live interpretations of your regular expression patterns.

Wednesday 28 2016

Define Date and Numeric Formats for Mail Merge Fields

Format Merge Fields Using Mail Merge Switches

To format a merge field:
  1. In the template document, while the merge field is selected, do the following to display the field code:
    • Press Shift + F9 on Windows.
    • Press Fn + Shift + F9 on Mac.
  2. Remove "\*MERGEFORMAT" from the field code.
  3. Enter the switch in the field code. For example:
    1. Original field code: {MERGEFIELD myObject.myField  \*MERGEFORMAT} 
    2. Updated field code: {MERGEFIELD myObject.myField \# ###,###,###,#00.0}
  4. Update the field:
    • Press F9 on Windows.
    • Press Fn + F9 on Mac.
To format a numeric merge field, use the \# switches. For example, to display a currency field as "$125.23", the merge field should be defined as {MERGEFIELD myObject.myField \# $#,##0.00}.
To format a date merge field, use the \@ switches. For example, to display a date field as "03/30/2010", the merge field should be defined as { MERGEFIELD myObject.myField \@ MM/dd/yyyy}

Date and Numeric Format Examples

The following table includes formatting examples for the date and number types mail merge fields.
Field Format Merge Field Syntax
To use standard date formatting: 10/26/2012
{MERGEFIELD Invoice.InvoiceDate}
To use simple date formatting: 20121026
{MERGEFIELD Invoice.InvoiceDate \@ yyyyMMdd}
To use text date formatting: OCT 2012
{MERGEFIELD Invoice.InvoiceDate \@ MMM yyyy}
To use standard percentage formatting: 0.08
{MERGEFIELD TaxItem.TaxRate}
To use percentage symbol formatting: 8%
{MERGEFIELD TaxItem.TaxRate \# ##%}
To specify a label for a quantity: 3.0000kg
{MERGEFIELD Usage.Quantity \# #,##kg0.0000}
To specify a symbol for a currency: €12,13.8
{MERGEFIELD Invoice.Total \# €#,# 0.0}

Monday 01 2016

Blokir Mac Address

1. Masuk ke winbox
2. Jika sudah,, sekarang masuk ke IP => Firewall => Fillter rules => tambah baru.
3. Pada menu general chain = forward out.interfacenya misal saya menggunakan eth1.
 
 4. Pada menu advanced, pada bagian Src. MAC Address diisi mac address yang akan diblock.

 5. Dan pada menu Action kita pilih Drop, jika sudah apply => Ok


Jadi mac address yang tadi didrop tidak bisa mengakses internet yang melewati
MikroTik kita karena pada out.interfacesnya kita menggunakan eth1 yang terhubung keinternet.

>>>>>>>>>>>>>>>SEMOGA BERMANFAAT <<<<<<<<<<<<<<<<<

Friday 29 2016

Kutipan Tulisan Bapak Anies Baswedan

"Ini tulisan Anies Baswedan yg saya tdk bosan2 membacanya ❤ :

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama, sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi, dan disegani banyak orang...

Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah. Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima...

Mereka sanggup beli barang-barang mewah. Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan...

Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana...

Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan. Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan...

Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja. Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah...

Mereka tidak norak dan minder saat bertemu orang kaya. Tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya...

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi. Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas, kapasitas
dirinya, bukan dari barang yang dikenakan...

Mereka punya.. Tapi tidak teriak kemana -mana. Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya...

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan, etika tata krama...

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti :
🔹Pamit saat pergi dari rumah
🔹Permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu),
🔹Saat masuk atau pulang kerja memberi salam kepada rekan, terlebih pimpinan
🔹Kembalikan pinjaman uang sekecil apapun,
🔹Berani minta maaf saat ada kesalahan
🔹Tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun...

Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya...

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup...

Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika, tata krama dan kesederhanaan....."

😀👍👍

Friday 13 2016

Mengaktifkan MS Power Point pada Wine

Jika anda telah berhasil menginstall MS Power Point di Wine biasanya muncul masalah. MS Power Point tidak bisa langsung dibuka. Hal ini karena riched20nya belum aktif.
Cara mengaktifkannya:
  1. Buka winetrick
  2. Pilih "Select the default wineprefix"
  3. Pilih "Run winecfg"
  4. Pada tab Libraries, pilih "riched20 (native)" pada menu pilihan "New override for library"
  5. Klik "Add"
  6. Klik "Ok"
  7. MS Point siap digunakan

Thursday 28 2016

GRAHA atau GRHA

Sampai sekarang, masih ada satu makna kata ditulis dengan dua cara. Yakni kata yang dimaksud bermakna “gedung”; ada yang menulis GRAHA dan ada pula GRHA. Mana yang benar ?
Setahu saya, pada masa Gus Dur (alm) menjadi Presiden, ada gagasan untuk menggubah nama BINA GRAHA menjadi BINA GRHA. Sayang belum terlaksana. Berbeda tipis dalam penulisan, namun maknanya sangat berbeda.
Empatbelas (14) tahun yang lalu, saya menulis di majalah Gatra perihal ini dengan judul Gara-gara Bina Graha (saya kutip sepenuhnya pada akhir tulisan ini). Karena penasaran, saya buka lagi beberapa kamus dan saya kutip sebagai berikut :

Suparlan (1994) : Kamus Kawi-Indonesia
Penerbit : Kanisius
grah = gerah
graha = sakit
grahan = kesakitan

Wojowasito (1977) : Kamus Kawi-Indonesia
Penerbit : cv Pengarang
graha = 1. bintang; 2. pegang, capai, tersesat, salah raba; 3. buaya
grha = rumah
grhadika = rumah bagus
grhastha = kepala keluarga
grhaja = lahir di rumah

Prawiroatmodjo (1987) : Bausastra Jawa Indonesia
Penerbit : Gunug Agung
grah = gering
graha = istri/suami, bintang, buaya
graja = saudara

Winter & Ranggawarsita (1987) : Kamus Kawi-Jawa
Penerbit : Gadjah Mada University Press
grah = sakit, geludhug, panas
graha = 1. griya, wengku, enggen, sakit, garwa, estri, semah, jodho, selir,
pengrembe; 2. sakit
greha = griya

Departemen Pendidikan Nasional ( 2008) : Kamus Besar Bahasa Indonesia, ed.4
Penerbit : PT Grmedia Pustaka Utama
graha = 1. menangkap; 2. buaya
graha bergeser menjadi gerha
gerha = 1. istri, permaisuri (ark, tidak lazim)
gerha = bangunan, kantor, tempat tinggal, geria

Akhirnya saya berpendapat bahwa penulisan kata Skt yang bermakna gedung, yang benar adalah GRHA bukan GRAHA. Laman “gerha” dalam KBBI dan “greha” dalam Winter & Ranggawarsita adalah senada dengan “grha” dalam bahasa Skt.

Kutipan
Gara-gara Bina Graha

Menurut Prawiroatmodjo (1981) graha artinya istri (suami), bintang, buaya. Wojowasito (1977) mengartikan: pegang, raba, capai/jangkau. Grha artinya rumah. Menurut kamus Kawi-Jawa (Ranggawarsita & Winter, 1987), graha : 1. griya/rumah, wengku/bingkai, enggen/tempat, garwa (suami atau istri), selir/gundhik, pengrembe (tanah milik raja); 2. sakit.
Tak mengherankan terjadinya kekalutan dengan multikrisis di negara kita, karena segala urusan memang dilakukan di Bina Graha. Yang dibina itu para suami/istri, bintang (di pundak), dan para buaya (darat), pegang-pegang dan raba-raba. Coba seandainya bangunan itu diberi nama Bina Grha, maka selama enam pelita yang sudah dilewati, tetunya tak ada lagi yang tuna-wisma ---- [GATRA, 12 Agustus 2000].

Suwardjoko Warpani
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - ITSB

Mengenal Akreditasi Rumah Sakit

Semenjak diberlakukannya Undang-undang Rumah Sakit No.44 tahun 2009, dengung akreditas mulai banyak terdengar di seluruh Indonesia… Namun, sampai hari ini masih banyak orang bertanya-tanya apa itu akreditasi, dan apa manfaatnya.
Definisi Depkes
            Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu pengakuan tertulis yang diberikan oleh pemerintah pada rumah sakit karena telah memenuhi standar yang ditentukan .
Undang-Undang
Dalam pasal 40 Undang-undang RS No.44 tahun 2009, kewajiban menjalani proses akreditasi disebutkan dengan eksplisit:
(1)     Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala menimal 3 (tiga) tahun sekali.
 (2)     Akreditasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suatu lembaga independen baik dari dalam maupun dari luar negeri berdasarkan standar akreditasi yang berlaku.
 (3)     Lembaga independen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Menteri.
 (4)     Ketentuan lebih lanjut mengenai akreditasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.
Tahapan Akreditasi
Akreditasi terdiri atas tiga tahap,yaitu:
 Tahap I, yang dinilai adalah 5 pelayanan dasar yang meliputi:
 1. Adm & Manajemen
 2. Pelayanan Medis
 3. Pelayanan Gawat Darurat
 4. Pelayanan Keperawatan
 5. Rekam Medis

Tahap II, pada tahap ini selain kelima pelayanan dasar di atas, juga meliputi 7 pelayanan lain:
1.      Pelayanan Farmasi
2.      Pelayanan K3
3.      Pelayanan Radiologi
4.      Pelayanan Laboratorium
5.      Pelayanan Kamar Operasi
6.      Pengendalian Infeksi
7.      Pelayanan Perinatal Risiko tinggi

Jadi, pada tahap II ada 12 pelayanan yang dinilai.
Tahap III, pada tahap ini keseluruhan yang dinilai ada 16 pelayanan. Selain 12 pelayanan yang telah disebutkan sebelumnya, juga meliputi 4 dari beberapa pelayanan berikut:
·         Pelayanan Anestesi & Reanimasi
·         Pelayanan Rehabilitasi Medis
·         Pelayanan Gizi
·         Pelayanan Intensif Pelayanan Sterilisasi Sentral
·         Pemeliharaan Sarana
·         Pelayanan Lain:
·         AsKes, JPKM, Bank Darah, klinik VCT

Status Akreditasi
  1.  Tidak Terakreditasi
  2.  Akreditasi Bersyarat: nilai total dari penilaian surveyor  > 65 % - <75%, tdk ada ≤ 60%,  1 tahun dinilai lagi.
  3.  Akreditasi Penuh :  nilai total dari penilaian surveyor  ≥ 75 %, tdk ada ≤ 60%, 3 tahun masa berlaku
  4.  Akreditasi Istimewa : 5 tahun masa berlaku, didapat setelah 3 Xberturut – turut akreditasi penuh.

Manfaat Akreditasi
Banyak orang bertanya-tanya apa manfaat dari akreditasi, bahkan cenderung sinis dengan kemanfaatannya. Penulis mencoba mengumpulkan berbagai manfaat dari rumah sakit-rumah sakit yang telah menjalani proses akreditasi, a.l:
  1.  Peningkatan Pelayanan (diukur dengan clinical indicator)
  2. Peningkatan dalam proses Administrasi & Perencanaan pengembangan RS
  3. Peningkatan Koordinasi dalam Asuhan terhadap Pasien
  4. Peningkatan Koordinasi Pelayanan
  5. Peningkatan Komunikasi Antara Staff
  6. Peningkatan Sistem & Prosedur
  7. Lingkungan Yang Lebih Aman
  8. Minimalisasi Risiko
  9. Penggunaan Sumber Daya Lebih Efisien
  10. Kerjasama Organisasi Yang Lebih Baik
  11. Penurunan Keluhan Pasien & Staf
  12. Peningkatan Kesadaran Staf Akan Tanggung Jawabnya
  13. Peningkatan Moril Dan Motivasi
  14. Re-energized Organization
  15. Bagi RS pemerintah yang berencana untuk mengelola dana secara mandiri, BLU adalah jawabannya. Dan, salah satu syarat BLU adalah akreditasi.