Friday 18 2021

Multiphp pada Ubuntu

 

PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat populer dalam dunia web development. Banyak sekali kita jumpai lowongan pekerjaan atau pun projek-projek yang dibangun dengan bahasa pemrograman ini. Bahkan tidak jarang projek yang kita tangani ternyata masih menggunakan PHP versi jaman behula. Sehingga membuat kita yang sudah move on ke PHP versi terbaru jadi kerepotan.

Oke, dari pada kita pusing setiap kali nemu source code php jaman behula, mending kita install aja semuanya secara bersamaan di Ubuntu kita.

Saya akan coba jelaskan bagaimana caranya menginstall lebih dari satu versi PHP di Ubuntu 19.04 secara bersamaan mulai dari PHP versi 5.6, 7.0, 7.1, 7.2 hingga 7.3.

NB: silakan tutorial ini dicoba untuk versi Ubuntu yang lain atau turunan distro Ubuntu, insyaallah tetep working.

PHP Yang Ada di Repositori Resmi Ubuntu Adalah Versi 7.*

Yang perlu diketahui adalah: versi php yang berada pada repositori resmi Ubuntu adalah versi 7 titik sekian. Dan pada saat artikel ini ditulis, versi tersebut adalah versi 7.2. Sehingga ketika kita menjalankan perintah sudo apt install php tanpa menambahkan ppa apa pun, maka kita akan menginstall versi 7.2 seperti pada screenshot di bawah:

Lalu bagaimana jika kita ingin memasang versi yang lain dari PHP secara bersamaan? Jawabannya adalah dengan cara menambahkan ppa pihak ketika dari ondrej/php.

Tambahkan PPA ondrej/php

Untuk menambahkan ppa ondrej/php kita bisa menjalankan perintah di bawah ini:

sudo apt install python-software-properties
sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php

Lalu tekan ENTER sampai proses penambahan repositori selesai.

Setelah itu update repositori kita dengan menjalankan perintah berikut:

sudo apt update

Install PHP Berbagai Versi

Setelah itu kita akan menginstall PHP berbagai versi. Secara umum perintahnya sama, hanya saja postfix versinya saja yang berbeda-beda.

Untuk Pengguna Apache Bagi pengguna web server apache, cukup dengan mengistall package php saja sebagai berikut:

sudo apt install php5.6
sudo apt install php7.0
sudo apt install php7.1
sudo apt install php7.2
sudo apt install php7.3

Atau biar lebih cepat bisa dijadikan satu baris:

sudo apt install php5.6 php7.0 php7.1 php7.2  php7.3

Untuk Pengguna Nginx Sedangkan bagi pengguna Nginx biasanya selain menginstall package dasar php, kita juga menginstall php-fpm sebagai eksekutor script php yang datang dari request http yang ditangkap oleh nginx.

Perintahnya seperti berikut:

sudo apt install php5.6-fpm
sudo apt install php7.0-fpm
sudo apt install php7.1-fpm
sudo apt install php7.2-fpm
sudo apt install php7.3-fpm

Atau kalau mau dijadikan satu baris bisa seperti berikut:

sudo apt install php5.6-fpm php7.0-fpm php7.1-fpm php7.2-fpm  php7.3-fpm

Install PHP Module Untuk Setiap Versi

Untuk menginstall module php untuk setiap versi, kita bisa melakukannya dengan menuliskan perintah:

sudo apt install phpx.x-[nama-module]

Anda tinggal mengganti x.x dengan versi php yang anda inginkan, lalu mengganti [nama-module] dengan nama module yang anda inginkan.

Misalkan kita ingin menginstall module mbstring untuk PHP versi 7.0, kita bisa melakukannya dengan perintah:

sudo apt install php7.0-mbstring

Oiya, anda juga bisa menekan tombol tab dua kali untuk mengetahui list apa saja module php yang bisa kita install. Seperti dalam ilustrasi berikut:

Mengubah PHP Default Pada Ubuntu

Kita bisa menjalankan setiap versi php yang kita install dengan memanggil perintah tersebut secara langsung. Misal kita ingin mengeksekusi menjalankan small server dengan php 5.6 maka kita hanya perlu mengeksekusi perintah:

php5.6 -S localhost:8000

Begitu pula misal jika kita ingin menjalankan small server dengan php versi 7.1:

php7.1 -S localhost:8000

Tapi pertanyaannya, kalau kita hanya memanggil dengan perintah php secara umum, maka versi mana yang akan dieksekusi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita bisa menjalankan perintah php -v.

Pada kasus saya, default php yang terpasang adalah versi 7.3.

Kita bisa mengganti versi default php menjadi versi yang kita inginkan dengan perintah-perintah berikut ini:

Menjadikan PHP 5.6 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php5.6

Menjadikan PHP 7.0 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.0

Menjadikan PHP 7.1 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.1

Menjadikan PHP 7.2 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.2

Menjadikan PHP 7.3 sebagai default

sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php7.3

Penutup

Nah, ternyata cara menggunakan berbagai macam versi PHP secara sekaligus di Ubuntu tidak terlalu sulit. Bahkan bisa dibilang mudah. Tidak heran jika memang Ubuntu termasuk distro yang populer untuk dijadikan web server. Sekarang anda bisa lebih fokus untuk mengerjakan projek-projek yang anda tangani tanpa harus bongkar pasang php di Ubuntu anda.

Terima kasih, semoga bermanfaat :)

Silakan tinggalkan komentar jika ada yang ditanyakan.

 

Sumber asli : https://jagongoding.com/linux/ubuntu/cara-install-lebih-dari-satu-versi-php-di-ubuntu-1904/

Saturday 22 2021

Semoga Dijauhkan Dari Sifat Seperti Ini

 ”Kalian pasti akan bertemu dengan orang-orang yang paling Allah benci, yaitu mereka yang bermuka dua. Di satu kesempatan, mereka memperlihatkan satu sisi muka, namun di kala yang lain, mereka memperlihatkan muka yang lain pula.” (HR. Bukhari-Muslim)


Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat penjilat yang sering kali bermuka dua, dapat mengatakan hal yang bertolak belakang, tergantung di hadapan siapa dia berbicara. Tujuan para penjilat sudah jelas hanyalah untuk kepentingan dirinya saja, agar orang lain terutama yang berada di atasnya memandang baik pada dirinya.


Sahabat, sesungguhnya orang yang beriman pada Allah tak mungkin memiliki karakter seorang penjilat, hal ini adalah sebuah kepastian:


“Menjilat bukanlah termasuk karakteristik moral seorang mukmin.” (Kanzul Ummat, hadits 29364)


Meskipun sebagian besar manusia di muka bumi memiliki sifat suka menjilat dan bermuka dua, bahkan dihormati oleh banyak orang karena sifat tersebut, seorang mukmin tetap takkan meninggalkan prinsip kejujuran dan kebenaran.


“Ketika hari pengadilan makin dekat … orang-orang yang paling dihormati pada zaman itu adalah para penjilat dan orang-orang yang suka mencari muka.”

(HR. Bukhari Muslim)


Lalu bagaimanakah cara menghindari sifat suka menjilat dan mencari muka? Berikut ini beberapa cara di antaranya yang bisa kita praktekkan:


1. Menghindari memuji seseorang secara berlebihan


Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, ”Memuji lebih dari yang seharusnya adalah penjilatan.” (Nahjul Balaghah, hikmah 347)


Seorang penjilat biasanya memuji sesuatu secara berlebihan dengan tujuan mendapat perhatian. Ia akan memuji orang-orang kaya, orang-orang berkuasa, orang-orang berilmu, agar mendapat keuntungan dari mereka.


Maka kita perlu menghindari pujian berlebihan terhadap apapun. Karena sesungguhnya segala puji hanyalah bagi Allah.


2. Banyak menghidupkan hati dengan berdzikir pada Allah di kala sendiri dan menjauhi sifat pamer/riya’


”Sesungguhnya orang-orang Munafik itu Menipu Allah, dan Allah akan membalas Tipuan Mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa’: 142)


Seorang penjilat dimasukkan dalam kategori orang munafik, mereka hanya bersemangat beribadah di hadapan orang lain, sedangkan ketika sendirian akan sangat sedikit mengingat dan menyebut Allah.


Maka, selisihilah para penjilat dengan cara menambah semangat beribadah justru di saat sendirian dan tak ada seorang pun yang mengetahui.


3. Tidak meminta jabatan atau kedudukan pada manusia


“Janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah, dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (HR. Bukhari)


Jelas bahwa seorang penjilat suka meminta suatu keuntungan bagi dirinya sendiri, misalnya jabatan, harta, dan lainnya.


4. Meminimalisir ambisi terhadap harta dan kekuasaan


“Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah gerombolan kambing lebih merusak daripada rusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi.” (HR. at-Tirmidzi no. 2482, disahihkan asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad, 2/178)


Na’udzubillah. Ambisi terhadap harta benda dan kekuasaan bisa amat merusak, bahkan dapat merusak agama seseorang, yang berarti ia rela meninggalkan nilai-nilai agama hanya untuk mengejar ambisi duniawinya.


5. Jangan merasa takut pada manusia


Sahabat, takut pada manusia adalah salah satu ciri yang dimiliki seorang penjilat. Ia khawatir jika kehilangan jabatan, maka ia takut menyelisihi atasannya, jadilah ia seorang yang ABS (Asal Bos Senang). Ia khawatir akan tersisih dari pergaulan jika menampakkan simbol keagamaan, maka ia pun menanggalkan pakaian taqwanya.


“Maka janganlah kalian takut kepada manusia, tapi takutlah kepada-Ku. Dan jangan pula kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (al-Ma’idah: 44)


6. Integritas antara yang diucapkan dengan yang dikerjakan


Seorang penjilat biasanya tak peduli apakah perkataan dan perbuatannya selaras atau jauh berbeda. Maka jauhilah sifat seperti ini, lihatlah apakah ucapan dan perilaku kita sudah sesuai.


“Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.” (HR. Ath-Thabrani)


7. Tidak menggunakan dalil agama untuk menyokong kepentingan pribadi


Orang dengan sifat munafik dan suka menjilat bisa memutar-mutar ayat dan hadits serta nilai agama dengan lidahnya untuk kepentingan pribadi. Mereka bisa melakukan berbagai pencitraan agar manusia terkecoh menyangkanya bersahaja, beriman pada Allah, padahal hati mereka tidak demikian.


“Pada Akhir Zaman akan muncul orang-orang yang tidak segan-segan menggunakan agama demi tujuan-tujuan duniawi dan mengenakan shuf (pakaian dari bahan bulu domba) di depan umum untuk memperlihatkan kesahajaan. Lidah mereka lebih manis daripada gula, tetapi hati mereka adalah hati serigala.” (HR. Tirmizi)


8. Berani mengatakan hal yang benar sekalipun di hadapan penguasa zhalim


“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zhalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Seorang penjilat tak mungkin berani mengatakan kebenaran di hadapan penguasa zhalim terutama jika kebenaran tersebut bisa menyeretnya menjauh dari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka, beranilah memegang prinsip dan mengatakan kebenaran walau pahit!


Sahabat, mudah-mudahan kita terhindar dari sifat munafik, penjilat, serta bermuka dua, seumur hidup kita. Aamiin. (SH)



Sumber : https://tabungwakaf.com/jauhi-sifat-penjilat/

Friday 21 2021

3 TA

 REPUBLIKA.CO.ID. Oleh Samson Rahman


Ada tiga penghancur paling ampuh yang membuat manusia tak berdaya dan membuatnya tersungkur dalam kehinaan baik di dunia , di mata manusia, dan di akhirat, di sisi Allah. Ketiga hal itu adalah harta, tahta dan wanita.


Rasulullah saw senantiasa mengingatkan dan berwasiat kepada umatnya agar senantiasa mawas diri terhadap godaan menggiurkan tiga penghancur sendi sendi iman itu.


Dalam sebuah sabdanya mengenai keharusan kita waspada terhadap pesona dunia dan goda rayu wanita, Rasulullah saw berujar, ''Hati-hatilah kalian dari pesona dunia dan hati-hatilah dari goda rayu wanita. (HR. Ad-Dailami).


Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah saw berujar, ''Janganlah seorang lelaki berdua-duaan dengan wanita (bukan mahram) karena sesungguhnya syetan akan menjadi orang ketiga.'' (HR. Thabrani).


Rasulullah saw mewasiatkan umatnya tidak kemaruk dunia dan hendaklah berlaku zuhud terhadapnya. Jangan tamak jangan rakus. Sebab kecintaan pada dunia tidak akan ada batasnya.


Manusia tamak dan rakus dunia tidak akan pernah mencapai puncak bahagia karena dia terus memburunya dengan ruhani yang terengah engah.


Rasulullah bersabda, ''Zuhudlah pada dunia, Allah pasti akan mencintaimu dan zuhudlah (tidak berkeinginan) pada apa yang ada di tangan manusia, pasti manusia mencintaimu. (HR. Ibnu Majah).


Semakin banyak manusia yang mencinta dunia, gambaran kiamat semakin dekat. Dan manusia semakin jauh dari Allah. Mereka berlomba membidik dunia namun semakin menjaga jarak dari Allah.


Rasulullah saw bersabda, ''Hari kiamat semakin dekat. Dan tidaklah manusia kecuali semakin tamak pada dunia dan kepada Allah semakin jauh.'' (HR. Hakim).


Dunia itu indah dan sedap namun beracun sehingga banyak manusia yang tertipu oleh cita rasanya. Mereka yang tak memiliki filter ruhani yang baik akan semakin terangsang untuk senantiasa menikmatinya.


Hingga akhirnya dia tersedak. Daya tahan ruhaninya menjadi lumpuh dan tumpul. Kepekaan batinnya lemah.




''Dinar dan dirham telah membinasakah orang-orang yang datang sebelum kalian, dia juga akan membinasakan kalian.'' (HR. Thabrani dan Baihaqi), demikian sabda Sang Nabi.


Kekuasan juga sering kali menjadikan manusia terpuruk. Tatkala kekuasan dan tahta itu dianggap sebagai kesempatan untuk berbangga diri, untuk memperkaya diri, dan untuk dinikmati.


Padahal kekuasan hendaknya diperlakukan sebagai amanah yang tidak ada khianat di dalamnya. Mereka yang dianggap lembek dan lemah untuk memegang amanah ini jangan coba-coba masuk ke dalamnya, sebab dia akan terjungkal dan akan merana.


Rasulullah saw pernah memperingatkan sahabat utama Abu Dzar dengan berkata, ''Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah dan sesungguhnya dia (kekuasaan itu) adalah amanah dan di hari kiamat akan menjadi siksa dan sesal kecuali yang mengambil sesuai haknya dan melaksanakan apa seharusnya dilaksanakan. (HR. Muslim).


Kesungguhan dalam menjalankan kekuasan inilah yang oleh Rasulullah dituntut dari umatnya yang diberi amanah kekuasaan. Sebagaimana sabdanya: ''Tidaklah ada seorang pemimpin yang mengurusi urusan kaum muslimin namun kemudian tidak bersungguh-sungguh dan tidak memberikan nasehat kecuali dia tidak akan masuk surga bersama mereka.'' (rakyatnya) (HR. Muslim).


Semoga kita terhindar dari godaan genit tahta, harta dan wanita di sebuah zaman yang mulai menggila.

Wednesday 19 2021

Rukiah Syariah

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa rukiah diperbolehkan dilakukan untuk diri sendiri, keluarga, rumah hingga tempat kerja atau tempat usaha. 

"Rukiah syariah itu diperbolehkan. Yakni dengan membaca ayat dasar, ada 6 ayat dasar rukiah yakni Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, An-Nas dan Al-Falaq," tutur Ustaz Khalid dalam video yang diunggah Atap Langit berjudul "Cara meruqyah diri, keluarga, rumah, kantor dll".

Setiap kali membacakan surat dan ayat rukiah tersebut tiupkan ke telapan tangan lalu usap dari kepala ke kaki. "Usapkan dengan niat melindungi diri, mengusir gangguan sihir, setan dan jin, memusnahkan buhul," tuturnya.

Jika ada gangguan sihir, biasanya akan ada reaksi saat mengusapkan tangan ke tubuh yang dirukiah. "Follow up terus di bagian yang bereaksi itu minimal 2 minggu. Jangan tergantung pada perukiah karena bisa dilakukans sendiri," kata Ustaz Khalid.

Dengan media air juga rukiah bisa dilakukan yakni dengan menggunakan daun bidara yang dihaluskan lalu dicampurkan ke air. "Ambil 7 lembar daun bidara lalu diblender, dibacakan dengan ayat rukiah yang tadi ludahi dengan ludah kecil saya lalu minumkan. Rutinkan," jelasnya.

Atau juga bisa dengan memasukkan ke air yang akan dipakai mandi. Lalu ambil satu gayung air campuran bidara tersebut kemudian usap atau gosokkan ke tubuh.

"Kalau terasa ada yang tidak enak, biasanya itu ada kena sihir. Biasany cirinya perut enggak enak, leher sakit dan kaki berat. Jalankan 2 minggu," jelas Ustaz Khalid.

Untuk merukiah rumah atau tempat usaha juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan air campuran bidara ke sekeliling rumah sambil membacakan ayat rukiah.

"Hilangkan buhul-buhul, seperti apa buhul itu, tulisan-tulisan atau kertas yang ditempelkan yang dikasih orang tidak pintar yang kadang berkedok kiai," tutupnya.


Monday 27 2017

How To Set Up mod_rewrite for Apache on Ubuntu 14.04

Introduction

In this tutorial, we will activate and learn how to manage URL rewrites using Apache2's mod_rewrite module. This tool allows us to rewrite URLs in a cleaner fashion, translating human-readable paths into code-friendly query strings.
This guide is split into two halves: the first sets up a sample web application and the second explains commonly-used rewrite rules.

Prerequisites

To follow this tutorial, you will need:
  • One fresh Ubuntu 14.04 Droplet
  • A sudo non-root user, which you can set up by following steps 2 and 3 of this tutorial

Step 1 — Installing Apache

In this step, we will use a built-in package installer called apt-get. It simplifies management drastically and facilitates a clean installation.
First, update the system's package index. This will ensure that old or outdated packages do not interfere with the installation.
  • sudo apt-get update
Apache2 is the aforementioned HTTP server and the world's most commonly used. To install it, run the following:
  • sudo apt-get install apache2
For information on the differences between Nginx and Apache2, the two most popular open-source web servers, see this article.

Step 2 — Enabling mod_rewrite

Now, we need to activate mod_rewrite.
  • sudo a2enmod rewrite
This will activate the module or alert you that the module is already in effect. To put these changes into effect, restart Apache.
  • sudo service apache2 restart

Step 3 — Setting Up .htaccess

In this section, we will setup a .htaccess file for simpler rewrite rule management.
A .htaccess file allows us to modify our rewrite rules without accessing server configuration files. For this reason, .htaccess is critical to your web application's security. The period that precedes the filename ensures that the file is hidden.
We will need to set up and secure a few more settings before we can begin.
First, allow changes in the .htaccess file. Open the default Apache configuration file using nano or your favorite text editor.
  • sudo nano /etc/apache2/sites-enabled/000-default.conf
Inside that file, you will find the <VirtualHost *:80> block on line 1. Inside of that block, add the following block:
/etc/apache2/sites-available/default
<Directory /var/www/html> Options Indexes FollowSymLinks MultiViews AllowOverride All Order allow,deny allow from all </Directory>
Your file should now match the following. Make sure that all blocks are properly indented.
/etc/apache2/sites-available/default
<VirtualHost *:80> <Directory /var/www/html> . . . </Directory> . . . </VirtualHost>
To put these changes into effect, restart Apache.
  • sudo service apache2 restart
Now, create the .htaccess file.
  • sudo nano /var/www/html/.htaccess
Add this first line at the top of the new file to activate the RewriteEngine.
/var/www/html/.htaccess
RewriteEngine on
Save and exit the file.
To ensure that other users may only read your .htaccess, run the following command to update permissions.
  • sudo chmod 644 /var/www/html/.htaccess
You now have an operational .htaccess file, to govern your web application's routing rules.

Step 4 — Setting Up Files

In this section, we will set up a basic URL rewrite, which converts pretty URLs into actual paths to code. Specifically, we will allow users to access example.com/about.
We will begin by creating a file named about.html.
  • sudo nano /var/www/html/about.html
Copy the following code into the HTML page.
/var/www/html/about.html
<html> <head> <title>About Us</title> </head> <body> <h1>About Us</h1> </body> </html>
You may access your web application at your_server_ip/about.html or example.com/about.html. Now notice that only about.html is accessible; if you try to access your_server_ip/about, you will get a Not Found error. We would like users to access about instead. Our rewrite rules will allow this very functionality.
Open up the .htaccess file.
  • sudo nano /var/www/html/.htaccess
After the first line, add the following.
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^about$ about.html [NC]
Your file should now be identical to the following.
/var/www/html/.htaccess
RewriteEngine on RewriteRule ^about$ about.html [NC]
Congratulations. You can now access example.com/about in your browser!
This is a good simple example that shows the general syntax that all Rewrite Rules follow.
^about$ is the string that gets matched from the URL. That is, it's what the viewer types in her browser. Our example uses a few metacharacters.
  • ^ indicates the start of the URL, after example.com/ is stripped away.
  • $ indicates the end of the URL
  • about matches the string "about"
about.html is the actual path that the user accesses; that is, Apache will still serve the about.html file.
[NC] is a flag that ignores capitalization in the URL.
With the rule shown above, the following URLs will point to about.html:
  • example.com/about
  • example.com/About
  • example.com/about.html
The following will not:
  • example.com/about/
  • example.com/contact

Common Patterns

In this section, we will show some commonly-used directives.
Your web application is now running and is governed by a protected .htaccess file. The simplest example was included above. We will explore an additional two examples in this section.
You can set up example files at the result paths if you would like, but this tutorial does not include creating the HTML and PHP files; just the rules for rewriting.

Example 1: Simplifying Query Strings with RewriteRule

All RewriteRules abide by the following format:
RewriteRule pattern substitution [flags]
  • RewriteRule: specifies the directive RewriteRule
  • pattern: a regular expression that matches the desired string
  • substitution: path to the actual URL
  • flags: optional parameters that can modify the rule
Web applications often make use of query strings, which are appended to a URL using the ? question mark and delimited using the & ampersand. These are ignored when matching rewrite rules. However, sometimes query strings may be required for passing data between pages. For example, a search result page written in PHP may utilize something akin to the following:
http://example.com/results.php?item=shirt&season=summer
In this example, we would like to simplify this to become:
http://example.com/shirt/summer
Example 1A: Simple Replacement
Using a rewrite rule, we could use the following:
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^shirt/summer$ results.php?item=shirt&season=summer
The above is fairly self-explanatory, as it actually maps shirt/summer to results.php?item=shirt&season=summer. This achieves our desired effect.
Example 1B: Matching Options
However, we would like to generalize this to include all seasons. So, we will do the following:
  • Specify a series of options using the | boolean, meaning "OR"
  • Group the match using (), then reference the group using $1, with 1 for the first matched group
The Rewrite Rule now becomes:
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^shirt/(summer|winter|fall|spring) results.php?item=shirt&season=$1
The rule shown above matches a URL of shirt/ followed by a specified season. That season is grouped using () and then referenced with the $1 in the subsequent path. This means that, for example, that:
http://example.com/shirt/winter
becomes:
http://example.com/results.php?item=shirt&season=winter
This also achieves the desired effect.
Example 1C: Matching Character Sets
However, we would also like to specify any type of item, not just URLs at /shirt. So, we will do the following:
  • Write a regular expression that matches all alphanumeric characters. The bracket expression [] matches any character inside of it, and the + matches any number of characters specified in the brackets
  • Group the match, and reference it with $2 as the second variable in the file
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^([A-Za-z0-9]+)/(summer|winter|fall|spring) results.php?item=$1&season=$2
The above will convert, for example:
http://example.com/pants/summer
to:
http://example.com/results.php?item=pants&season=summer
Example 1D: Passing Query Strings
This section doesn't introduce any new concepts but addresses an issue that may come up. Using the above example, say we would like to redirect http://example.com/pants/summer but will pass an additional query string ?page=2. We would like the following:
http://example.com/pants/summer?page=2
to map to:
http://example.com/results.php?item=pants&season=summer&page=2
If you were to attempt to access the above URL with our current settings, you would find that the query string page=2 got lost. This is easily fixed using an additional QSA flag. Modify the rewrite rule to match the following, and the desired behavior will be achieved.
/var/www/html/.htaccess
RewriteRule ^([A-Za-z0-9]+)/(summer|winter|fall|spring) results.php?item=$1&season=$2 [QSA]

Example 2: Adding Conditions with Logic

RewriteCond lets us add conditions to our rewrite rules. All RewriteConds abide by the following format:
RewriteCond TestString Condition [Flags]
  • RewriteCond: specifies the RewriteCond directive
  • TestString: the string to test against
  • Condition: the pattern to match
  • Flags: optional parameters that may modify the condition
If a RewriteCond evaluates to true, the RewriteRule immediately following will be considered.
Example 2A: Default Page
In an imaginary administration panel, we may want to direct all malformed URLs back to the home page, instead of greeting users with a 404. Using a condition, we can check to see if the requested file exists.
/var/www/html/.htaccess
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteRule ^admin/(.*)$ /admin/home
This will redirect something like /admin/blargh to /admin/home.
With the above:
  • %{REQUEST_FILENAME} is the string to check
  • !-f uses the ! not operator on the filename
  • RewriteRule redirects all requests back to /admin/home
Note that a more syntactically and technically correct approach would be to define the 404 ErrorDocument.
/var/www/html/.htaccess
ErrorDocument 404 /error.html
Example 2B: IP Access Restriction
Although this can also achieved using other methods, a RewriteCond can be used to restrict access to one IP or a collection of IP addresses.
This example blocks traffic from everywhere except 12.34.56.789.
/var/www/html/.htaccess
RewriteCond %{REMOTE_ADDR} !^(12\.34\.56\.789)$ RewriteRule (.*) - [F,L]
This example is simply the negation of Example 3 from the old mod_rewrite article. The entire statement reads "if the address is not 12.34.56.789, do not allow access."
In short:
  • %{REMOTE_ADDR} is the address string
  • !^(12\.34\.56\.789)$ escapes all . periods with a \ backslash and negates the IP address using !
  • The F flag forbids access, and the L flag indicates that this is the last rule to run, if executed
If you'd rather block 12.34.56.789, use this instead:
/var/www/html/.htaccess
RewriteCond %{REMOTE_ADDR} ^(12\.34\.56\.789)$ RewriteRule (.*) - [F,L]
You can find more rewrite rules, and how to prevent hot linking, in the original article's part 1 and part 2.

Conclusion

mod_rewrite can be used effectively to ensure human-readable URLs. The .htaccess file itself has many more uses than simply this module, however, and it should be noted that many other Apache modules may be installed to extend its functionality.
There are other resources that detail the capabilities of mod_rewrite:
mod_rewrite is a critical module for web application security, but can sometimes end up in redirect loops or ubiquitous, ambiguous 500 forbidden errors. For tips on debugging .htaccess, see this StackOverflow post.
Rewrite rules are written with regular expressions. To become an expert, reference this tutorial all about regular expressions.
For quick analysis of your regular expression patterns, here is an online debugger that can provide immediate feedback and live interpretations of your regular expression patterns.

Wednesday 28 2016

Define Date and Numeric Formats for Mail Merge Fields

Format Merge Fields Using Mail Merge Switches

To format a merge field:
  1. In the template document, while the merge field is selected, do the following to display the field code:
    • Press Shift + F9 on Windows.
    • Press Fn + Shift + F9 on Mac.
  2. Remove "\*MERGEFORMAT" from the field code.
  3. Enter the switch in the field code. For example:
    1. Original field code: {MERGEFIELD myObject.myField  \*MERGEFORMAT} 
    2. Updated field code: {MERGEFIELD myObject.myField \# ###,###,###,#00.0}
  4. Update the field:
    • Press F9 on Windows.
    • Press Fn + F9 on Mac.
To format a numeric merge field, use the \# switches. For example, to display a currency field as "$125.23", the merge field should be defined as {MERGEFIELD myObject.myField \# $#,##0.00}.
To format a date merge field, use the \@ switches. For example, to display a date field as "03/30/2010", the merge field should be defined as { MERGEFIELD myObject.myField \@ MM/dd/yyyy}

Date and Numeric Format Examples

The following table includes formatting examples for the date and number types mail merge fields.
Field Format Merge Field Syntax
To use standard date formatting: 10/26/2012
{MERGEFIELD Invoice.InvoiceDate}
To use simple date formatting: 20121026
{MERGEFIELD Invoice.InvoiceDate \@ yyyyMMdd}
To use text date formatting: OCT 2012
{MERGEFIELD Invoice.InvoiceDate \@ MMM yyyy}
To use standard percentage formatting: 0.08
{MERGEFIELD TaxItem.TaxRate}
To use percentage symbol formatting: 8%
{MERGEFIELD TaxItem.TaxRate \# ##%}
To specify a label for a quantity: 3.0000kg
{MERGEFIELD Usage.Quantity \# #,##kg0.0000}
To specify a symbol for a currency: €12,13.8
{MERGEFIELD Invoice.Total \# €#,# 0.0}

Monday 01 2016

Blokir Mac Address

1. Masuk ke winbox
2. Jika sudah,, sekarang masuk ke IP => Firewall => Fillter rules => tambah baru.
3. Pada menu general chain = forward out.interfacenya misal saya menggunakan eth1.
 
 4. Pada menu advanced, pada bagian Src. MAC Address diisi mac address yang akan diblock.

 5. Dan pada menu Action kita pilih Drop, jika sudah apply => Ok


Jadi mac address yang tadi didrop tidak bisa mengakses internet yang melewati
MikroTik kita karena pada out.interfacesnya kita menggunakan eth1 yang terhubung keinternet.

>>>>>>>>>>>>>>>SEMOGA BERMANFAAT <<<<<<<<<<<<<<<<<

Multiphp pada Ubuntu

  PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat populer dalam dunia web development . Banyak sekali kita jumpai lowongan pekerjaan atau pun pro...